ZAT, WUJUD ZAT DAN MASSA JENIS
BAB 4
ZAT, WUJUD ZAT DAN MASSA JENIS
Apersepsi
Setelah main pada saat jam istrahat. Diantara teman kamu mengajakmu
pergi ke kantin sekolah untuk membeli es teh. Tahukah kamu bagaimana cara
membuat es? Ketika air dimasukkan ke dalam freezer akan mengalami
perubahan wujud yaitu dari cair menjadi padat. Dapatkah kamu menjelaskan
perubahan wujud yang terjadi ketika air dipanaskan kemudian
mendidih? Perubahan wujud apa pula yang terjadi pada kapur barus
yang dimasukkan pada almari pakaian?
Tujuan pembelajaran
- Peserta didik mampu menyelidiki perubahan wujud zat
- Peserta didik mampu mendefinisikan gaya Tarik antar partikel pada berbagai wujud zat melalui penalaran
- Peserta didik mampu membedakan kohesi dan adhesi berdasarkan pengamatan
- Peserta didik mampu mengaitkan peristiwa kapilaritas dalam peristiwa kehidupan sehari-hari
- Peserta didik mampu menjelaskan dari hasil percobaan bahwa massa jenis adalah salah satu ciri khas suatu zat
- Peserta didik mampu Menghitung massa jnis suatu zat
- Peserta didik menggunakan konsep massa jenis untuk berbagai penyelesaian masalah dalam kehidupan sehari-hari
- Sifat zat padat, zat cair dan zat gas
Sifat-sifat
pertikel zat tersebut adalah sebagai berikut.
a. Sifat
partikel zat padat
-
Bentuk
dan volumenya tetap, tidak bergantung pada tempatnya
-
Susunan
partikelnya teratur
-
Jarak
antar partikel berdekatan
-
Gaya
tarik antarpartikel sangat kuat
-
Gerak
partikel tidak bebas.
b. Sifat
partikel zat cair
-
Bentuknya
berubah sesuai dengan tempatnya, tetapi volumenya tetap.
-
Susunan
partikelnya tidak teratur.
-
Jarak
antarpartikel agak berjauhan.
-
Gaya tarik
antarpartikel lemah.
-
Gerak
partikel bebas, tetapi masih dalam ikatan kelompoknya.
c. Sifat
Partikel Gas
-
Bentuk
dan volumenya berubah sesuai tempatnya.
-
Susunan
partikelnya sangat tidak teratur.
-
Jarak
antarpartikel sangat berjauhan.
-
Gaya
tarik antarpartikel sangat lemah.
-
Gerak
partikel sangat bebas.
2. Perubahan Wujud Zat
Perubahan wujud zat digolongkan menjadi enam peristiwa yaitu: Membeku, adalah Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi padat. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas. Mencair, adalah Peristiwa perubahan wujud zat dari padat menjadi cair. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas. Menguap, adalah Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi gas. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas. Mengembun, adalah Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi cair. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas. Menyublim, adalah Peristiwa perubahan wujud dari padat menjadi gas. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas. Mengkristal, adalah Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi padat. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas.
3. Susunan partikel zat.
Zat tersusun atas partikel-partikel yang sangat kecil.
Partikel-partikel itu yang dinamakan molekul. Zat padat mempunyai sifat
bentuk dan volumenya tetap. Bentuknya tetap dikarenakan partikel-partikel
pada zat padat saling berdekatan, tersusun teratur dan mempunyai gaya
tarik antar partikel sangat kuat. Volumenya tetap dikarenakan partikel
pada zat padat dapat bergerak dan berputar pada kedudukannya saja.
Zat cair mempunyai sifat bentuk berubah-ubah dan volumenya tetap.
Bentuknya berubah-ubah dikarenakan partikel-partikel pada zat cair
berdekatan tetapi renggang, tersusun teratur, gaya tarik antar partikel
agak lemah. Volumenya tetap dikarenakan partikel pada zat cair mudah
berpindah tetapi tidak dapat meninggalkan kelompoknya.
Zat gas mempunyai sifat bentuk berubah-ubah dan volume berubah-ubah. Bentuknya berubah-ubah dikarenakan partikel-partikel pada zat gas berjauhan, tersusun tidak teratur, gaya tarik antar partikel sangat lemah. Volumenya berubah-ubah dikarenakan partikel pada zat gas dapat bergerak bebas meninggalkan kelompoknya.
Menurut teori partikel, zat cair atau zat
padat dapat berada dalam keadaan cair atau padat karena adanya gaya tarik
menarik antar partikel-partikel atau molekul-molekul zat tersebut. Gaya tarik
menarik antar partikel atau molekul zat yang sejenis disebut kohesi. Misalnya gaya tarik menarik yang
terjadi antar sesama molekul air, atau gaya tarik menarik antar sesama molekul
raksa.
Partikel atau molekul zat yang tidak sejenis
juga dapat saling tarik menarik. Misalnya molekul air dengan molekul kaca,
sehingga air dapat menempel pada kaca. Molekul kapur dengan molekul kayu,
sehingga kapur dapat dipergunakan untuk menulis di papan tulis. Molekul timah
dengan besi, sehingga dapat dipergunakan untuk mematri atau menyolder. Gaya
tarik menarik antar molekul zat yang tidak sejenis disebut adhesi.
Besar kohesi pada setiap zat berbeda-beda,
demikian juga dengan besar adhesi antar berbagai jenis zat. Misalnya kohesi
antar molekul raksa, lebih besar dari kohesi antar molekul air. Adhesi antara
kapur dengan kayu lebih besar dari adhesi antara kapur dengan kaca. Besar
kohesi dan adhesi bergantung juga pada jarak antar molekul yang bersangkutan.
Makin besar jaraknya, kohesi dan adhesi tersebut semakin kecil. Misalnya pada
wujud gas, kohesi atau adhesi partikel-partikel gas sangat kecil sehingga bisa
diabaikan dan dianggap sama dengan nol. Lem (perekat) adalah zat yang sengaja
dibuat, agar memiliki adhesi yang kuat untuk suatu jenis zat. Misalnya lem
khusus untuk kertas, lem untuk plastik,
lem untuk kaca dan lem untuk logam.
Air dalam tabung kaca bentuk permukaannya melengkung ke bawah, disebut miniskus cekung. Hal itu disebabkan karena adhesi antara molekul kaca dan molekul air lebih besar dari kohesi antar molekul air itu sendiri. Tetapi sebaliknya jika raksa dimasukkan ke dalam tabung kaca. Bentuk permukaan raksa akan melengkung ke atas, disebut miniskus cembung. Hal itu disebabkan karena kohesi antar molekul raksa lebih besar dari adhesi antara molekul raksa dan molekul kaca.
Gaya kohesi dan gaya adhesi berpengaruh pada gejala
kapilaritas. Kapilaritas adalah gejala naik atau turunnya cairan di dalam
pipa kapiler atau pipa kecil. Sebuah pipa kapiler kaca bila
dicelupkan pada tabung berisi air akan dijumpai air dapat naik ke dalam pembuluh
kaca pipa kapiler, sebaliknya bila pembuluh pipa kapiler dicelupkan pada
tabung berisi air raksa akan dijumpai bahwa raksa di dalam pembuluh kaca
pipa kapiler lebih rendah permukaannya dibandingkan permukaan raksa dalam
tabung. Jadi, kapilaritas sangat tergantung pada kohesi dan adhesi. Air
naik dalam pembuluh pipa kapiler dikarenakan adhesi sedangkan
Peristiwa Kapilaritas
Sekarang banyak dikembangkan teknologi yang
mendasarkan pada gaya adhesi maupun kohesi. Beberapa tekstil kain
tiruan menghasilkan kain yang kohesif terhadap debu. Jadi, pakaian
dari bahan tersebut tidak mudah kotor. Di lain pihak, banyak
ditemukan bahan-bahan adhesif serbaguna, lem alteco, dan sejenisnya
sangat berguna bagi kehidupan. Bahkan, luka bekas operasi sekarang
tidak perlu dijahit melainkan cukup dilem dengan lem khusus yang
adhesif dengan jaringan kulit dan otot.
Beberapa contoh gejala kapilaritas yang berkaitan dengan peristiwa alam yaitu:
- peristiwa naiknya air dari ujung akar ke daun pada tumbuh-tumbuhan
- naiknya minyak tanah pada sumbu kompor;
- basahnya tembok rumah bagian dalam ketika hujan. Ketika terkena hujan, tembok bagian luar akan basah, kemudian merembes ke bagian yang lebih dalam.
A. D Massa Jenis
Dalam
kehidupan sehari-hari, cara yang paling sering kita lakukan untuk membedakan
jenis zat, adalah dengan mengamati warna, kekerasan, bau, atau rasanya. Tetapi cara itu akan menemui
kesulitan, jika suatu jenis zat tidak memiliki ciri-ciri tersebut. Misalnya ada
berbagai jenis gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak memiliki rasa.
Salah
satu cara yang sederhana untuk mengetahui perbedaan jenis zat, adalah melalui massa jenis zat tersebut. Sebab setiap jenis zat memiliki massa jenis yang
berbeda-beda.
V |
Dengan : ρ = massa jenis, satuannya (kg m-3)
m = massa, satuannya (kg)
V = volume,
satuannya (m-3)
massa jenis suatu zat adalah tetap, tidak
dipengaruhi oleh perubahan volume zat dan massanya. Sebab perubahan volume zat hanya
berpengaruh pada perubahan massa. Artinya semakin besar volume zat maka
massanya akan semakin besar, demikian pula sebaliknya semakin kecil volume zat
maka massanya akan semakin kecil. Tetapi perbandingan antara massa dan volume suatu jenis zat
(massa jenis) akan selalu tetap.
Tabel 1 Beberapa
contoh massa jenis zat
|
Nama zat |
Massa jenis (kg m-3) |
Nama zat |
Massa jenis (kg m-3) |
|
Nitrogen Udara
Oksigen Karbon dioksida Bensin Kayu Alkohol Es |
1,25 1,29 1,43 1,98 700 750 800 920 |
Air Aluminium Besi Kuningan Perak
Raksa Emas Platina |
1000 |
Contoh
seorang siswa melakukan percobaan untuk
menentukan jenis benda yang ditemukannya. Hasil pengamatan siswa tersebut di
tunjukkan seperti gambar berikut.
Berdasarkan hasil pengukuran dan tabel massa jenis tersebut, maka jenis benda yang diukur adalah..
Pembahasan :
Rumus yang dipakai ρ=
m/v
Dik. m = 108
g
v = 90-50
= 40
Dit. ρ =.....?
Jawab =
ρ =
m/v
= 108/40
= 2,7 g/cm3
= 2.700 kg/cm3
E. Peristiwa sehari-hari yang berkaitan dengan massa jenis
1.
Kapal Selam
Tahukah
kamu mengapa es dapat terapung di air, sedangkan batu tenggelam dalam air?
Es memiliki massa jenis lebih kecil dari air, sehingga es dapat terapung
dalam air. Batu tenggelam dalam air karena memiliki massa jenis lebih
besar daripada air. Tahukah kamu mengapa kapal selam dapat terapung
dan tenggelam di air? Ketika terapung massa jenis total kapal selam
lebih kecil dari air laut dan sewaktu tenggelam massa jenis total
kapal selam lebih besar dari air laut. Kapal selam memiliki tangki
pemberat yang berisi air dan udara. Tangki tersebut terletak di antara
lambung kapal sebelah dalam dan luar. Tangki dapat berfungsi membesar
atau memperkecil massa jenis total kapal selam. Ketika air laut dipompa masuk
ke dalam tangki pemberat, massa jenis kapal selam lebih besar dan
sebaliknya agar massa jenis total kapal selam menjadi kecil, air laut
dipompa keluar.
1. Balon
Gas
Pernahkah
kamu melihat balon udara? Tahukah kamu, gas apa yang terdapat di dalamnya?
Balon gas berisi gas helium. Gas helium memiliki massa jenis yang lebih
kecil dari udara, sehingga balon gas bisa naik ke atas.
2. Air
Minum Dingin di Dalam Lemari Es
Suatu
ketika kamu mungkin pernah melihat dalam botol air minum dingin yang
berasal dari lemari es terdapat endapan kapur. Kenapa hal itu dapat
terjadi? Air yang jernih dapat juga mengandung kapur, namun apabila
dilihat langsung dengan mata tidak kelihatan. Ketika air dingin massa
jenis air lebih kecil dan terpisah dari kapur sehingga kapur yang memiliki
massa jenis lebih besar akan turun ke bawah dan mengendap.
3.
Ban karet atau pelampung untuk berenang atau
pertolongan
Udara yang dipompakan ke dalam ban akan menurunkan massa
jenis ban sehingga ban memilikimassa jenis yang lebih kecil daripada air. Maka
dari itu, ban selalu terapung pada air.
4.
Tinta Printer
Tinta printer untuk keperluan berbagai jenis priter
memiliki kepekatan berbeda. Hal ini disesuaikan dengan lubang kapiler yang
terdapat pada print head printer tersebut. Print head printer ini berfungsi
sebagai lubang tempat keluarnya tinta ketika tinta tersebut keluar dari print
head akibat energi listrik. Berkaitan dengan hal tersebut, maka apabila akan
mengisi ulang (merefil) tinta pada printer, maka perlu membaca petunjuk
penggunakan pada pembungkus tinta yang bersangkutan sehingga ketika printer
digunakan utuk mencetak data dapat berjalan dengan Iancar dengan hasil cetakan
yang sempurna.
5.
Oli untuk Mesin
Berbagai macam alat transportasi darat, dan laut
menggunakan berbagai macam jenis mesin. Mesin-mesin tersebut menggunakan
pelumas agar mesin tidak cepat aus. Pelumas yang digunakan untuk mesin tertentu
kekentalannya atau massa jenisnya berbeda dengan pelumas yang digunakan oleh
mesin yang lain. Pelumas yang tepat untuk suatu mesin bergantung pada
karakteristik mesin yang bersangkutan.




Post a Comment