SISTEM PENCERNAAN MANUASIA || Gangguan Pada Sistem Pencernaan dan Upaya Pencegahannya

Table of Contents

 

 

Kompetensi Dasar

3.4 Menganalisis sistem pencernaan pada manusia dan memahami gangguan yang berhubungan dengan sistem pencernaan, serta upaya menjaga kesehatan sistem pencernaan

4.5 Menyajikan hasil penyelidikan tentang pencernaan mekanis dan kimiawi

 

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.4.1 Mampu menyebutkan gangguan yang berhunungan dengan sistem pencernaan serta upaya pencegahannya

Gangguan Pada Sistem Pencernaan

Gangguan pada sistem pencernaan bisa diakibatkan karena adanya kelainan sistem pencernaan, masuknya bibit penyakit dan makan yang tidak baik. Sistem pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan anus. Dimana semua organ itu merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. 

Fungsi utama dari sistem pencernaan yaitu sebagai pencerna nutrisi tubuh. Namun meskipun begitu, bukan  berarti sistem pencernaan pada tubuh manusia akan selalu aman karena adanya nutrisi yang banyak. Pintu atau jalan masuknya zat dari luar dengan bebas ternyata akan menimbulkan banyak gangguan atau penyakit pada sistem pencernaan. Dimana penyakit tersebut akan mengganggu atau mengancam orang yang menderitanya. Penyakit atau gangguan yang menyerang ini akan menghambat sistem kerja organ-organ yang lainnya. Berikut contoh gangguan pada sistem pencernaan antara lain:

            1.      Obesitas

Obesitas merupakan suatu kondisi tubuh yang memiliki kandungan lemak secara berlebihan, sehingga dapat menimbulkan efek negatif pada kesehatan.Obesitas dapat meningkatkan resiko terkena beberapa penyakit berbahaya, seperti penyakit jantung, diabetes, dan osteoartritis. Obesitas pada umumnya disebabkan karena konsumsi makanan yang berlebihan dan kurangnya aktivitas (gerak) tubuh.

Obesitas juga dapat disebabkan oleh keturunan melalui pewarisan sifat gen atau dapat juga karena konsumsi obat-obatan tertentu. Pada kejadian tertentu, ada orang yang sedikit mengkonsumsi makanan, tetapi mengalami kelebihan berat badan. Hal ini disebabkan karena laju metabolisme tubuh yang lambat.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah obesitas adalah dengan berolahraga teratur dan menjaga pola makan sehari-hari. Pengaturan pola makan dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung gula dan lemak.

Untuk mengetahui apakah tubuh kita mengalami obesitas atau tidak, dapat dilakukan dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan rumus sebagai berikut:


Kriteria Indeks Massa Tubuh :

·          Kurang dari 18,5 kg/m2  : berat badan kurang

·          18,5 – 24,9 kg/m2             : berat badan normal

·          25,0 – 29,9 kg/m2             : berat badan berlebih

·          30,0 – 34,9 kg/m2             : obesitas (OB) kelas I

·          35,0 – 39,9 kg/m2             : obesitas (OB) kelas II

·          Lebih dari 40,0 kg/m2     : obesitas (OB) kelas III

            2.      Karies Gigi

Karies gigi atau gigi berlubang adalah kerusakan gigi akibat infeksi bakteri yang merusak lapisan gigi, sehingga akan merusak struktur gigi. Bakteri pada mulut mengolah gula, sehingga menghasilkan asam. Asam yang diproduksi selama metabolisme dalam mulut ini dapat merusak gigi. Gigi yang berlubang dapat menyebabkan rasa nyeri pada gigi. Apabila sudah terlampau dalam kerusakannya, akan dapat merusak saraf gigi.

Pada umunya penyakit gigi dan mulut disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan mulut. Oleh karena itu, upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memerhatikan kebersihan gigi. Selain itu jga mengurangi makanan-makanan manis lainnya seperti permen, minuman bersoda atau makanan manis lainnya agar jumlah plak yang menenpel pada gigi berkurang.


                                        3. Diare

Diare merupakan salah satu gangguan sistem pencernaan yang banyak dialami. Dimana gangguan pencernaan ini akan membuat perut terasa mulas dan feses penderita menjadi encer. Gangguan ini terjadi karena selaput dinding usus besar si penderita mengalami iritasi.

Diare merupakan penyakit pada saluran usus besar yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan protozoa, seperi Entamoeba coli. Ketika terjadi infeksi, maka dinding usus besar akan teriritasi, gerakan peristaltik meningkat, sehingga air tidak dapat diserap. Penderita diare dapat mengalami dehidrasi, karena air dalam usus akan terus menerus dieluarkan.

Upaya mencegah terjadinya diare adalah dengan menjaga kebersihan makanan yang dimakan, karena makanan yang kurang higienis biasanya mengandung bakteri pemicu diare. Ada baiknya mencuci tangan sebelum makan, minum minuman yang dimasak, dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan. Apabila terkena diare, maka penanganannya adalah dengan meminum oralit (larutan garam) untuk menggantikan cairan yang hilang, atau dapat juga minum obat diare. Obat diare biasanya memiliki fungsi utama untuk membantu proses pemadatan feses (tinja), bukan menghentikan diar


4. Gastitis (maag)

Maag atau istilah medis Gastritis merupakan penyakit atau gangguan dimana dinding lambung mengalami peradangan. Gangguan ini disebabkan karena kadar asam klorida atau Hcl terlalu tinggi. Selain itu Maag dapat diakibatkan karena meningkatnya asam lambung, infeksi bakteri Helicobacter pylori, kondisi stress, makan tidak teratur, dan konsumsi makanan terlalu pedas atau asam.

Maag dapat dicegah dengan cara makan yang teratur, makan secukupnya, mencuci tangan sebelum makan, dan menghindari makanan yang memicu produksi asam lambung berlebih, seperti makanan asam, makanan pedas, dan kopi. Menghindari stress juga dapat membantu mencegah terjadinya maag. Apabila mag disebabkan oleh bakteri, maka dapat diobati dengan mengkonsumsi antibiotik, seperti amoksilin dan tetrasiklin dengan resep dari dokter.

5. Konstipasi

Konstipasi atau sembelit merupakan kondisi feses yang keras dan kering, sehingga akan sulit untuk dikeluarkan. Penyebab konstipasi adalah kurangnya asupan makanan berserat dan kurang minum. Ketika feses tidak dikeluarkan secara teratur, air yang terkandung di dalamnya akan terserap, sehingga menyebabkan feses keras atau kering, sehingga akan sulit dikeluarkan.

Upaya mencegah kontipasi antara lain tidak sering menahan buang air besar, banyak makan makanan yang berserat, seperti sayur dan buah, menghindari konsumsi makanan yang tinggi lemak dan gula, dan minum cukup banyak air. Banyak minum air dan makan makanan berserat akan membantu pergerakan feses dan membantu feses lebih lunak untuk dikeluarkan. Peningkatan aktivitas fisik juga dapat membantu mengatasi konstipas

6. Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit peradangan pada hat. Orang yang menderita hepatitis ringan memiliki gejala, seperti terkena flu, yaitu sakit otot dan persendian, demam, diare, dan sakit kepala. Penderita hepatitis akan mengalami jaundice (menguningnya kulit dan mata), membesarnya hati, dan membesarnya limfa. Hepatitis apabila tidak segera ditangani akan memicu fibrosis (kerusakan pada hati) dan sirosis (gagal hati kronis. Sirosis dapat meningkatkan resiko berkembangnya kanker hati.

Virus hepatitis B merupakan penyebab utama penyakit hepatitis. Selain virus heptitis B, penyakit hepatitis juga dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, protozoa, alkohol, dan penggunaan obat secara terus menerus.

            

                   7. Gejala kekurangan Vitamin

                 Tabel gejala kekurangan vitamin

Vitamin

Gangguan

Vitamin A

Penglihatam kabur, kerusakan hati dan tulang, rambut rontok

Vitamin B

Penyakit beri-beri, gangguan saraf, kehilangan berat badan berlebih, dan anemia

Vitamin C

Skorbut (degenerasi kulit, gigi, pembuluh darah) sariawan, lemas, luka yang lambat sembuh, dan gangguan kekebalan tubuh.

Vitamin D

Riket (cacat tulang) pada anak-anak, pelunakan tulang pada orang dewasa, kerusakan otak, kardiovaskular, dan ginjal

Vitamin E

Degenerasi sistem saraf

Vitamin K

Kelainan penggumpulan darah, kerusakan hati dan anemia

                    

                    8. Gejala Kekurangan Mineral

        Tabel Gejala Kekurangan Mineral

Mineral

Gangguan

Kalsium (Ca)

Keterlambatan pertumbuhan dan kehilangan massa tulang

Fosfor (P)

Lemas, kehilangan lemak dari tulang, dan kehilangan kalsium.

Magnesium (Mg)

Gangguan system saraf

Natrium (Na)

Kram otot dan nafsu makan berkurang

Besi (Fe)

Anemia dan kelainan kekebalan tubuh

Iodium (I)

Gondok (pembengkakkan kelenjar tiroid)

Seng (Zn)

Kegagalan pertumbuhan, kelainan kulit, kegagalan reporduksi, dan gangguan kekebalan tubuh

 

Post a Comment