PERUBAHAN MATERI
BAB 8
PERUBAHAN MATERI
Apersepsi
Pernahkah kamu memperhatikan lilin yang dibakar? Lilin tersusun atas 2 bagian yaitu sumbu dan paraffin yang melampisi sumbu. Paraffin dan sumbu merupakan dua bahan yang berbeda. Coba perhatikan kedua bahan tersebut ketika dibakar bagaimana perbedaannya? Jika diperhatikan sumbu yng dibakar menjadi arang sedang paraffin ketika dibakar kan meleleh warna dan memiliki sifat yang sama sebelum dibakar. Untuk lebih memahami mari bahas lebih lanjut.
Tujuan pembelajaran
- Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat berbagai jenis materi melalui percobaan
- Peserta didik mampu mengamati perubahan matri melalui pengamatan
A. Pengertian materi
Parfum, sabun, pasta gigi, cermin, obat-obatan, dan
minuman merupakan benda yang biasa kita gunakan dalam kehidupan. Benda-benda
tersebut ada yang terdiri dari beberapa zat, misalnya parfum yang merupakan
gabungan antara alkohol dan minyak essensial. Tetapi ada juga benda yang hanya
terdiri dari satu zat saja, misalnya emas.
Benda-benda yang telah disampaikan di atas, dalam ilmu
kimia dapat dimasukkan ke dalam konsep materi. Semua benda di alam ini, baik
tumbuh tumbuhan, hewan maupun manusia termasuk materi. Materi adalah segala
sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Istilah materi meliputi segala
sesuatu yang dapat dilihat dan disentuh (seperti air, pohon, dan tanah), serta
yang tidak dapat dilihat dan disentuh (seperti udara). Setiap materi memiliki
sifat tertentu yang khas, yang memudahkannya untuk dikenali dan dibedakan
dengan zat lainnya.
Materi dialam dapat berupa zat tunggal (murni) dan dapat
berupa campuran. Zat murni adalah materi yang hanya tersusun dari satu jenis
zat misalnya emas dan paku besi. Sedangkan zat campuran merupakan materi yang
terdiri dari 2 atau lebih jenis zat misalnya air laut tersusun atas air, garam
dan zat lainnya, contoh lainnya adalah udara yang tersusun atas nitrogen,
oksigen, hydrogen dan karbon dioksida.
B. Sifat-sifat Materi
sifat materi dapat dikelompokkan menjadi sifat ekstensif
dan sifat intensif. Sifat ekstensif adalah sifat materi yang bergantung pada
jumlah zat tersebut, semakin banyak jumlahnya berarti semakin berat. Contoh,
gula pasir yang beratnya 1000 gram jumlahnya lebih banyak dibandingkan gula
pasir yang beratnya 500 gram. Sifat ekstensif materi, meliputi berat, panjang,
volume, molaritas, dan normalitas.
Sifat intensif materi adalah sifat materi yang tidak
bergantung pada jumlah zat. Contohnya, berapapun jumlahnya warna dari gula
pasir adalah putih. Sifat intensif materi meliputi kerapatan, temperatur,
warna, bau, dan rasa. Sifat intensif dibagi 2 yaitu
a. Sifat fisis
Sifat fisis
adalah sifat yang berhubungan dengan perubahan fisis itu. sifat-sifat yang
tergolong sifat fisis materi antara lain:
-
Warna : Berhubungan dengan
panjang panjang gelombang yang dipantulkan oleh permukaan materi.
-
Bau : berhubungan dengan gas
atau uap yang dikeluarkan oleh materi
-
Rasa : berhubungan dengan
komposisi zat dalam materi
-
Kerapatan : banyaknya massa
per satuan volume, dinyatakan dalam g/mL.
-
Titik didih : suhu terendah
suatu zat cair ketika mulai mendidih
-
Titik lebur : suhu terendah
suatu zat padat ketika mulai melebur
-
Titik beku : suhu terendah
suatu zat cair ketika mulai membeku
-
Daya hantar : berhubungan
dengan kemampuan suatu zat untuk menghantarkan panas atau arus listrik
-
Kemagnetan : berhubungan
dengan kemampuan suatu zat (biasanya logam) untuk dipengaruhi oleh suatu medan
magnet
-
Kelarutan : berhubungan
dengan kemampuan suatu zat untuk melarut dalam suatu pelarut
-
Kekerasan : berhubungan dengan
keras lunaknya suatu materi.
b. Sifat kimia
Sifat kimia dalah sifat yang
menunjukkan kemampuan suatu zat untuk melakukan reaksi kimia atau sifat yang
menyatakan interaksi antar zat. Sifat-sifat yang tergolong sifat kimia antara
lain:
-
Mudahnya tidaknya suatu zat
terbakar
-
Kestabilan: mudah tidaknya
suatu zat terurai oleh pengaruh panas
-
Kereaktifan : mudah tidaknya
suatu zat untuk bereaksi dengan zat lain
-
Perkaratan: mudah tidaknya
suatu zat membentuk karat.
C. Perubahan Materi
Perubahan materi dibagi menjadi 2 yaitu perubahan fisis dan
perubahan kimia.
1. Perubahan fisis
Perubahan fisis adalah
Perubahan suatu materi yang tidak disertai terbentuknya suatu materi
baru. Jadi, perubahan fisis merupakan perubahan yang bersifat sementara. Pada
perubahan fisis, komposisi zat tidak berubah (tetap), yang berubah hanya
wujudnya saja.
Perubahan fisis zat meliputi menguap, mengembun, mencair,
membeku, menyublim, deposisi, melarut, mengkristal, perubahan bentuk, dan
perubahan fisis lainnya.
a. Menguap dan mengembun
Menguap adalah perubahan wujud suatu zat dari wujud cair
berubah menjadi wujud gas. Mengembun
adalah perubahan wujud suatu zat dari wujud gas berubah menjadi wujud
cair.
Contoh: Air
jika dipanaskan akan menguap menjadi uap air.
Uap udara jika didinginkan akan mengembun dan kembali menjadi air.
b. Mencair dan membeku
Mencair adalah perubahan wujud suatu benda dari wujud padat
yang berubah menjadi wujud cair. Membeku
adalah perubahan wujud suatu benda dari wujud berubah menjadi wujud padat.
Contoh: Jika
es yang padat dipanaskan akan mencair.
Udara akan membeku dan membentuk es kembali jika didinginkan sampai suhu
0 ° C.
c. Menyublim dan deposisi
Menyublim adalah perubahan wujud suatu zát dari wujud padat berubah
menjadi Wujud gas. Sebaliknya, perubahan wujud Suatu zat dari wujud gas berubah
menjadi wujud padat disebut deposisi.
Contoh: kelelahan dapat berubah wujud menjadi zat Kapur barus dan iodin
merupakan zat padat, gas jika dipanaskan.
d. Melarut dan mengkristal
Saat kita memasukkan sesendok gula pasir ke dalam gelas
berisi air panas, kemudian diaduk beberapa kali, maka lama-kelamaan butiran-
butiran kristal gula tersebut akan hilang.
Jika kita cicipi larutan tersebut, maka udara akan berasa manis. Hal ini menunjukkan bahwa gula benar-benar
hilang, tetapi bercampur dengan air dalam gelas. Dapat dikatakan bahwa gula melarut dalam
air. Campuran gula dengan udara disebut
dengan larutan gula. Larutan terdiri
dari zat terlarut dan pelarut. Dalam hal
ini, gula adalah zat terlarut, sedangkan air adalah pelarutnya. Kita dapat memperoleh kembali butiran-butiran
kristal gula dalam air dengan cara menguapkan pelarutnya, yaitu air, melalui
cara piutang. Saat semua air dalam
larutan telah menguap, maka gula akan mengkristal kembali membentuk
butiran-butiran gula. Prosesnya disebut
pengkristalan atau kristalisasi.
Contoh: Proses
pembuatan garam dari air laut dilakukan dengan cara pengkristalan, yaitu dengan
cara menguapkan air laut hingga diperoleh kristal garam.
e. Perubahan bentuk
Contoh kayu
menjadi krikil, beras menjadi tepung, kayu menjadi kursi
2. Perubahan kimia
Perubahan kimia adalah perubahan suatu materi baru. Perubahan kimia merupakan perubahan yang kekal. Pada perubahan kimia, komposisi (susunan) zat-zat yang menyusun materi akan mengalami perubahan, sehingga komposisi zat penyusun materi awal akan berbeda dengan komposisi zat penyusun akhir.
Proses-proses perubahan kimia antara lain: Pembakaran,
pembusukkan dan karat atau korosi. Ciri-ciri yang menyertai perubahan kimia
adalah sebagai berikut;
a. Terjadinyan perubahan warna
Suatu
zat mempunyai warna tertentu tergantung komposisi dan kandungan unsur atau
senyawa dalam zat tersebut. Contohnya, sendok logam yang ditempatkan di atas
nyala api maka akan terbentuk warna hitam dari asap yang mengandung karbon atau
arang.
b. Perubahan suhu
Ada dua perubahan suhu yang
menyertai perubahan kimia yaitu kalor yang dilepaskan dan kalor yang diserap
ketika proses reaksi kimia. Menurut perubahan suhu yang terjadi, reaksi pada
perubahan kimia tersebut dikelompokan menjadi dua, yaitu reaksi eksoterm
(melepaskan kalor) dan endoterm (menyerap kalor)
c. Adanya endapan
Setelah bereaksi terdapat endapan
yang terbentuk didasar larutan, utamanya pada zat yang sukar larut dalam
pelarut air. Contohnya reaksi antara perak nitrat dengan natrium klorida yang
menghasilkan endapan perak klorida yang berwarna putih.
d. Terbentuk gas
Beberapa perubahan kimia setelah
reaksi akan terdapat gas yang keluar. Contohnya, ketika membakar kertas akan
terjadi reaksi pembakaran yang menghasilkan gas berupa asap.
Post a Comment