UNSUR, SENYAWA, DAN CAMPURAN

Table of Contents

 

UNSUR, SENYAWA, DAN CAMPURAN

 

Apersepsi

        Pernahkan kalian memperhatikan gelas yang diisi dengan air dan pasir jika dibandingkan dengan gelas yang yang berisi teh. Jika kita memperhatikan maka gelas yang diisi dengan pasir dan air, pasir nya akan mengendap kedasar gelas dengan kata lain tidak bercampur secara merata. Sedangkan air teh yang terdiri dari gula, bubuk the dan air dapat tercampur dengan baik sehingga kita tidak bisa membedakan gula dan tehnya. Mengapa hal demikian?

 

Tujuan Pembelajaran:

1.      Peserta didik dapat menuliskan lambang unsur dengan benar

2.      Peserta didik mampu membedakan antar unsur, senyawa dan campuran

3.      Peserta didik mampu memberikan contoh unsur, senyawa dan campuran

4.      Peserta didik mampu membandingkan sifat unsur, senyawa dan campuran

5.      Peserta didik mampu rumus kimia sederhana

 

       A. Unsur  

Pengertian unsur adalah zat tunggal yang tidak bisa diuraikan lagi menjadi zat yang lain dengan reaksi kimia biasa. Materi terdiri atas beberapa partikel penyusun. Berdasarkan sifatnya unsur  dibedakan menjadi :

1.       Unsur logam

Pada umumnya unsur logam mempunyai sifat berwarna putih mengkilap,
memiliki titik lebur yang rendah, bisa menghantarkan arus listrik, bisa ditempa dan bisa menghantarkan kalor/ panas. Secara umum, logam adalah zat padat, tetapi ada satu unsur logam yang wujudnya cair yaitu air raksa. beberapa contoh unsur logam yaitu: Khrom (Cr), Besi (Fe), Nikel ( Ni ), Tembaga (Cu) Seng (Zn), Platina (Pt), Emas (Au).

2.       Unsur non logam

Secara umum unsur non logam mempunyai sifat yang tidak mengkilap, merupakan penghantar arus listrik yang buruk, dan tidak bisa ditempa. Secara umum non logam adalah penghantar panas yang jelek, tetapi ada satu unsur non logam yang bisa menghantarkan panas dengan baik yaitu grafit. beberapa contoh unsur non logam misalnya:, Fluor (F), Brom (Br), dan Yodium (I)

3.       Unsur semi logam (Metaloid)

Sifat yang dimiliki unsur semi logam yaitu sifat antara logam dan non logam. beberapa contoh unsur semi logam, misalnya :Silikon (Si) dan Germanium (Ge).

 

        B. Lambang unsur

Hingga saat ini ada 118 unsur (93 unsur alami dan 25 unsur buatan). Untuk mempermudah mempelajari unsur-unsur tersebut, maka dibuatkah lambang unsur oleh John Jacob Berzelius (1779-1848). Lambang unsur diambil dari huruf awal dari nama latin unsur tersebut. Jika ada dua unsur atau lebih yang memiliki huruf awal sama, maka unsur-unsur tersebut dilambangkan dengan dua huruf (huruf awal diikuti salah satu huruf berikutnya). Untuk penulisan lambang unsur, huruf pertama selalu ditulis dengan huruf kapital.

 

Contoh beberapa unsur dan lambangnya

Unsur Logam

Unsur Nonlogam

Nama unsur

Lambang

Nama unsur

lambang

Aluminium

Al

Argon

Ar

Antimon

Sb

Arsen

As

Barium

Ba

Belerang

S

Besi

Fe

Boron

B

Bismut

Bi

Bromin

Br

Emas

Au

Flourin

F

Kalium

K

Fosforus

P

Kalsium

Ca

Helium

He

Kobalt

Co

Hidrogen

H

Kromium

Cr

lodin

I

Mangan

Mn

Karbon

C

Magnesium

Mg

Klorin

CI

Natrium

Na

Neon

Ne

Nikel

Ni

Nitrogen

N

Perak

Ag

Oksigen

0

Raksa

Hg

Silikon

Si

Seng

Zn

Kripton

Kr

Tembaga

Cu

Xenon

Xe

Timah

Sn

Selenium

Se

          C.  Senyawa

                Senyawa adalah zat yang terbentuk dari penggabungan unsur-unsur dengan pembagian tertentu. Senyawa dihasilkan dari reaksi kimia antara dua unsur atau lebih melalui reaksi pembentukan. Misalnya, karat besi (hematit) berupa Fe2O3 dihasilkan oleh reaksi besi (Fe) dengan oksigen (O). Senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi penguraian.

                Senyawa mempunyai sifat yang berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Senyawa hanya dapt diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi kimia. Pada kondisi yang sama, senyawa dapat memiliki wujud berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Sifat fisika dan kimia senyawa berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Misalnya reaksi antara gas hidrogen dan gas oksigen membentuk senyawa air yang berwujud cair.

Ciri – ciri Senyawa  

1. Merupakan zat tungal

2. terbentuk dari dua unsur atau lebih yang berbeda jenis dengan perbandingan tertentu tetap

3. sifat senyawa berbeda dengan sifat – sifat unsur penyusunnya

4.   senyawa dapat diuraikan menjadi unsur – unsurnya dengan cara kimia

 

Sifat-sifat Senyawa

1.       Senyawa itu dapat terbentuk apabila melalui suatu proses  dari reaksi kimia

2.       Komponen penyusun yang ada pada suatu senyawa pasti mempunyai suatu perbandingan tertentu yang sifatnya tentu saja itu tetap.

3.       Senyawa itu nggak bakal bisa dipisahkan dengan komponen penyusunnya kembali dengan melalui reaksi fisika.

4.       Senyawa itu dapat dikategorikan sebagai senyawa zat tunggal.

5.       Mempunyai   sifat-sifat   tertentu   yang   berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya.perbandingan dua hidrogen dan satu oksigen.

 

   D. CAMPURAN 

        Campuran adalah kumpulan dari beberapa zat dengan komposisi bebas.
Campuran dikelompokkan menjadi dua:

a.       Campuran Homogen: campuran yang komposisi tiap bagiannya merata

contoh: 

- campuran air dengan sirup,

- campuran air dengan susu,

b.      Campuran Heterogen: campuran yang komposisi tiap bagiannya tidak merata.

           Contoh :

           - campuran air dengan kopi

           - campuran air dengan lumpur

           - campuran dalam es buah


Pemisahan Campuran

1.                   Penyaringan/Filtrasi

 Penyaringan adalah pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan ukuran partikel.
Contoh: Pemisahan campuran antara air dengan pasir

Zat hasil penyaringan disebut filtrat, dan zat sisa dari penyaringan disebut residu




2.                   Penyulingan/Distilasi

Penyulingan adalah pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih.
Contoh:
- Pemisahan campuran antara air dengan alkohol
- Pemisahan air dengan minyak tanah




 

3.                   Kromatografi

 Kromatografi adalah pemisahan campuran yang di dasarkan pada perbedaan daya serap suatu zat terhadap bahan penyerap. Kromatografi digunakan untuk memisahkan campuran warna pada tinta.




4.                   Kristalisasi

Kristalisasi adalah pemisahan campuran untuk memisahkan zat terlarut dari larutannya.
Proses kristalisasi dimanfaatkan untuk:
- membuat garam dari air laut
- membuat gula pasir dari air gula






               

E.      E.  Partikel materi

Partikel-Partikel Materi Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa ternyata unsur dan senyawa tersusun dari bagian-bagian yang lebih kecil, yang disebut partikel.  Unsur partikel dapat berupa atom dan molekul, sedangkan partikel senyawa dapat berupa molekul. 

1.       Atom

Atom adalah partikel terkecil yang menyusun suatu unsur.  Atom unsur yang satu berbeda dengan atom unsur lainnya.  Misalnya, atom unsur helium berbeda dengan atom hidrogen.  Unsur-unsur dapat tersusun dari satu atom saja, misalnya unsur helium, juga dapat tersusun dari gabungan beberapa atom unsur yang sama, yang disebut molekul. 

2.       Molekul

Molekul adalah gabungan dari dua atau lebih atom.  Atom-atom yang bergabung membentuk molekul dapat tersusun dari satu jenis atom saja, disebut molekul unsur.  Molekul juga dapat tersusun dari atom- atom yang berbeda, disebut molekul senyawa. 

 

Contoh:

-          Molekul unsur

Molekul hydrogen merupakan gabungan dari dua atom unsur hydrogen



-          Molekul senyawa

Molekul air merupakan gabungan dari 2 atom unsur hydrogen dan satu atom unsur oksigen

 

 

        F. Rumus kimia

Suatu atom tunggal dapat dilambangkan dengan lambang unsur. Kecenderungan atom-atom untuk membentuk molekul atau ion menyebabkan perlunya suatu notasi yang disebut rumus kimia. Rumus kimia suatu zat memuat informasi tentang jenis unsur dan jumlah atau perbandingan atom-atom unsur penyusun zat.

Secara umum, rumus kimia dinyatakan dengan lambang unsur dan angka indeks. Lambang unsur menunjukkan jenis unsur sedangkan angka indeks menunjukkan jumlah atau perbandingan atom-atom unsur. Angka indeks ditulis sebagai subskrip setelah lambang unsur.


Rumus molekul merupakan gabungan lambang unsur yang menunjukkan jenis unsur pembentuk senyawa dan jumlah atom masing-masing unsur. Misalnya, sukrosa mempunyai rumus C12H22O11. Rumus tersebut menunjukkan bahwa sukrosa tersusun dari karbon, hidrogen, dan oksigen. Rumus tersebut juga menunjukkan bahwa satu molekul gula tersusun dari 12 atom karbon, 22 atom hidrogen dan 11 atom oksigen.

Vitamin C tersusun dari unsur C, H, O seperti penyusun gula, tetapi jumlah atom penyusunnya berbeda. Vitamin C mempunyai rumus C6H8O6, setiap satu molekul vitamin C mengandung 6 atom karbon, 8 atom hidrogen, dan 6 atom oksigen. Meskipun gula dan vitamin C tersusun dari jenis unsur yang sama tetapi mempunyai sifat yang berbeda, hal ini disebabkan karena jumlah masing-masing unsur dalam senyawa tersebut berbeda.

Cara menghitung  jumlah atom dalam rumus kimia

Contoh :

3 SO2

Atom belerang,         S = 3 x 1 = 3 atom

Atom Oksigen,          O = 3 x 2 = 6 atom


        G.  Tata nama senyawa

Tata cara penamaan senyawa dibagi menjadi dua yaitu tatanama senyawa nonlogam dan nonlogam dan tata nama senyawa logam dan nonlogam.

1.       Tata nama senyawa nonlogam dan nonlogam

Nama unsur nonlogam yang kelelektronegatifannya lebih rendah disebutkan lebih dahulu, kemudian diikuti nama unsur nologam yang lain dan diakhiri dengan akhiran –ida. Senyawa yang terbentuk antara unsur nonlogam dan nonlogam merupakan senyawa yang berikatan kovalen. Jumlah atom yang dimiliki oleh senyawa nonlogam dan nonlogam disebutkan dengan cara memberi awalan bahasa Latin sebagai berikut

1     =     mono           6     =   heksa

2     =     di                  7     =   hepta

3     =     tri                  8     =   okta

4     =     tetra              9     =   nona

5     =     penta           10   =   deka

Awalan bahasa Latin mono tidak diletakkan pada nama unsur non logam yang pertama melainkan pada unsur nonlogam kedua. Awalan bahasa latin dari nama logam pertama disebutkan mulai dari yang berjumlah 2, dst.

Contoh: 

N2O         =     dinitrogen monoksida

NO           =     nitrogen monoksida

N2O3        =     dinitrogen trioksida

NO2         =     nitrogen dioksida

N2O5        =     dinitrogen pentaoksida

CCl4        =     karbon tetraklorida

CO           =     karbon monoksida

CO2         =     karbon dioksida


2.       Tata nama senyawa logam dan nonlogam

Senyawa logam dan nonlogam sebagian besar merupakan senyawa ion dengan tulisan nama unsur logam tanpa modifikasi apapun, kemudian diikuti nama unsur nonlogam dengan tambahan akhiran ”ida”.

Contoh

Li2O : litium oksida

KBr : kalium bromide

CaS : kalsium sulifida

MgS : magnesium sulfida

AlF3 : aluminium fluorida

Post a Comment