ZAT ADITIF DAN ADIKTIF || ZAT ADIKTIF DAN UPAYA PENCEGAHAN DIRI DARI BAHAYA NARKOBA
ZAT ADIKTIF DAN UPAYA PENCEGAHAN DIRI DARI BAHAYA NARKOBA
Kompetensi Dasar
3.6
Menjelaskan berbagai zat
aditif dalam makanan
dan minuman, zat adiktif, serta dampaknya terhadap
kesehatan
4.6
Membuat karya tulis
tentang dampak penyalahgunaan zat
aditif dan zat adiktif bagi kesehatan
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.6.1 Menyebutkan jenis-jenis zat adiktif
3.6.2 Menjelaskan
cara kerja zat adiktif dalam tubuh
3.6.3 Menjelaskan
dampak penggunaan zat adiktif bagi kesehatan
3.6.4 Membuat
model tentang bahaya rokok bagi kesehatan
3.6.5 Menganalisis
dampak penyebaran narkoba di masyarakat
3.6.6 Menjelaskan
beberapa upaya untuk menjaga diri dari bahaya narkoba
3.6.7 Mengemukakan upaya dalam menangani pecandu zat
adiktif
4.6.1 Membuat
karya tulis tentang
dampak penggunaan zat
aditif dan penyalahgunaan zat
adiktif bagi kesehatan
A.
Zat Adiktif
Zat adiktif adalah obat serta bahan-bahan
aktif yang apabila dikonsumsi oleh organisme hidup dapat menyebabkan kerja
biologi serta menimbulkan ketergantungan atau adiksi yang sulit dihentikan dan
berefek ingin menggunakannya secara terus-menerus yang jika dihentikan dapat
memberi efek lelah luar biasa atau rasa sakit luar biasa. Zat adiktif dibedakan
menjadi tiga kelompok, yaitu 1) zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika;
2) zat adiktif narkotika; dan 3) zat adiktif psikotropika.
1. Zat adiktif bukan
narkotika dan psikotropika
Zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika adalah zat adiktif yang menghasilkan suatu
reaksi biologis pada tubuh, tetapi tidak menghilangkan kesadaran penggunanya. Biasanya zat ini memengaruhi kerja tubuh seperti meningkatkan kewaspadaan, melemaskan otot, atau
sebagai anti depressan ringan. Zat
adiktif jenis ini sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, bahkan
mungkin juga sering kita konsumsi pada bahan makanan atau minuman yang
mengandung zat adiktif tersebut. Adapun yang termasuk dalam zat adiktif bukan
narkotika dan psikotropika, yaitu:
a. Kafein
Bagi kalian penggemar teh atau kopi, mungkin
kalian sudah tahu tentang kandungan kafein yang terdapat pada teh dan kopi. Teh
yang mengandung kafein membuat hamper sebagian besar dari kita menjadi terbiasa
untuk mengkonsumsinya setiap hari. Tetapi teh aman dan baik untuk dikonsumsi setiap
hari dalam jumlah yang wajar dan tidak berlebihan. Selain mengandung kafein,
teh juga mengandung theine, teofilin, dan teobromin dalam jumlah sedikit.
Sementara itu, kopi memiliki kandungan kafein
yang lebih tinggi daripada teh. Kopi yang terbuat dari biji kopi yang disangrai
dan dihancurkan menjadi bubuk kopi umumnya dikonsumsi orang dengan tujuan agar
mereka tidak mengantuk sebab kafein dalam kopi dapat meningkatkan respons
kewaspadaan pada otak. Oleh karena itu kopi tidak dianjurkan untuk diminum
secara berlebihan. Tetapi kopi juga memiliki sejumlah manfaat pada beberapa
terapi kesehatan, seperti mencegah penyakit Parkinson, kanker usus, kanker
lambung, dan kanker paru-paru. Untuk beberapa kasus tertentu, kopi juga dapat
menjadi obat sakit kepala, tekanan darah rendah, dan obesitas.
Nikotin terdapat dalam rokok yang dibuat dari
daun tembakau melalui proses tertentu dan dicampur dengan bunga cengkeh serta
beberapa macam bahan aroma. Kandungan nikotin pada rokok inilah yang
menyebabkan orang menjadi berkeinginan untuk mengulang dan terus-menerus
merokok. Selain mengandung nikotin, rokok juga mengandung tar. Kita juga sudah
mengetahui tentang bahaya rokok pada kesehatan, yaitu dapat merugikan organ-organ
tubuh bagian luar, seperti perubahan warna gigi dan kulit, maupun organ tubuh
bagian dalam yang dapat memicu kanker paru-paru.
2. Zat adiktif
narkotika
Zat adiktif narkotika adalah zat yang peredarannya dilarang di seluruh dunia
dan tercantum pelarangannya pada undang-undang. Zat ini jika
dikonsumsi dapat
menyebabkan penurunan dan perubahan kesadaran, hilangnya rasa, menghilangkan
atau mengurangi rasa nyeri, dan menimbulkan ketergantungan yang parah. Jika digunakan maka penggunanya akan
mengalami penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi bahkan
menghilangkan rasa nyeri, tetapi setelah itu penggunanya akan merasa tergantung
dan akan mengulangi secara terusmenerus untuk menggunakan narkotika yang
memiliki banyak jenis ini. Jika sudah begini maka akan sulit untuk lepas dari
jerat narkotika yang hanya akan memberi siksaan pada penggunanya.
Narkotika hanya diperbolehkan dalam dunia
medis yang biasanya digunakan sebagai obat bius untuk orang yang akan
dioperasi, dan penggunaannya pun sesuai prosedur yang telah ditentukan dalam
standar kesehatan internasional. Jenis-jenis narkotika ini misalnya sabu,
opium, kokain, ganja, heroin, amphetamine, dll. Karena berbahayanya maka menyimpan
salah satu dari jenis narkotika tersebut akan dikenakan hukuman yang sangat
berat misalnya saja hukuman mati.
2. Opium
dikenal dengan sebutan : candu, morfin, heroin, putau, dari getah buah Papaver sommiverum. Tujuan pemakaian untuk mengurangi rasa sakit/ nyeri, penggunaan yang menyalahi aturan : rasa sering ngantuk, perasaan gembira berlebihan, bicara sendiri, cenderung melakukan kerusuhan, merasakan nafas berat, ukuran pupil mengecil, sulit berfikir.
3. Kokain
kokain dari tanaman koka ( Erythroxylum coca ), sebagai anaestetik ( pembius ) memiliki efek merangsang jaringan otak bagian sentral. Penyalah gunaan : suka bicara, gembira yang meningkat menjadi gaduh, gelisah, denyut jantung bertambah, mual, muntah
4. Sedativa (Penenang)
Nikotin dari tanaman tembakau, penyalahgunaan : meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, bersifat karsinogenik(penyebab kanker), jantung koroner, gangguan kehamilan .
5. Alkohol
Alkohol melalui proses fermentasi sejumlah bahan. penyalahgunaan: gembira, pengendalian diri turun, muka kemerahan, tingkah laku kacau, banyak bicara sendiri.
3. Zat adiktif
psikotropika
Zat adiktif psikotropika adalah golongan zat yang masih termasuk kedalam zat yang dilarang dalam undang-undang. Efek yang dihasilkan tidak terlalu berbeda dengan saudaranya yang masuk dalam zat adiktif narkotika. Tetapi zat psikotropika lebih memengaruhi sistem syaraf pusat dan merubah perilaku serta mental penggunanya. Zat psikotropika dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan saraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai halusinasi, ilusi, gangguan cara berpikir, dan perubahan alam perasaan. Psikotropika sendiri merupakan zat atau obat, baik itu yang alamiah ataupun sintetik, tapi bukan narkotika yang berguna sebagai psikoaktif yang mempunyai pengaruh selektif dalam susunan syaraf pusat yang dapat menimbulkan perubahan khas aktivitas mental serta perilaku. Hampir semua zat adiktif masuk dalam psikotropika, namun tidak semua psikotropika dapat menyebabkan ketergantungan. Beberapa yang termasuk golongan psikotropika adalah Sedative-Hipnotik, Amfetamin, dan obat halusinogenik.
a. Sedatif-Hipnotik
(Depresan)
Sedative-Hipnotik merupakan penekan susunan
saraf pusat. Dalam dosis kecill dapat mengatasi ansietas (perasaan cemas)
sedangkan dalam jumlah besar dapat menginduksi tidur. Contohnya antara lain :
sedatin/pil BK, rohypnol, magadon, valium dan mandrax (MX). SedativeHipnotik
yang banyak disalahgunakan adalah golongan Benzodiazepin yang dapat dikonsumsi
secara oral (ditelan). Pengaruh SedativeHipnotik terhadap susunan saraf pusat
bergantung pada dosis atau jumlah yang dipakai, dengan tingkat pengaruh sebagai
berikut :
1. Dalam jumlah kecil, menyebabkan rasa tenang,
mengurangi ansietas, dan terjadi pengendalian diri yang kurang terkontrol.
2. Dalam jumlah sedang, menyebabkan mengantuk,
menginduksi tidur dan memperpanjang tidur.
3. Dalam dosis yang lebih banyak, menimbulkan
efek anestesi, hilang kesadaran, dan amnesia.
b. Amfetamin
(Stimulan)
Amfetamin adalah suatu bahan sintetik
(buatan) yang tergolong perangsang susunan saraf. Ada tiga jenis amfetamin
yaitu laevoamfeamin (benzedrin), dekstroamfetamin (deksedrin), dan
metilamfetamin (metedrin). Golongan amfetamin yang banyak disalahgunakan adalah
MDMA (3,4, metilan-di-oksi met-amfetamin) atau lebih dikenal dengan ekstasi dan
metamfetamin (shabu-shabu). Amfetamin dapat dikonsumsi dengan cara ditelan,
yang kemudian akan diabsorbsi seluruhnya ke dalam darah. Pada penggunaan secara
intravena dalam beberapa detik akan sampai di otak.
c. Halusinogen
Halusinogen berpengaruh terhadap
persepsi bagi penggunanya. Orang yang mengkonsumsi obat tersebut akan menjadi
orang yang sering berhalusinasi, misalnya mereka mendengar atau merasakan
sesuatu yang ternyata tidak ada. Pengaruh halusinogen ini sangat bervariasi,
sehingga sulit diramalkan bagaimana atau kapan mereka mulai berhalusinasi.
B. Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
1. Mengenal dan menilai diri sendiri
Menyadari akan kekuatan dan kekuatan, kelemahan, kekurangan, kelebihan, dan cita – cita atau tujuan hidup yang ingin dicapai.
2. Meningkatkan harga diri
Harga diri adalah suara hatimu yang menunjukkan bahwa kamu itu istimewa, berharga dan dapat menggapai cita – cita. Dengan kesadaran akan harga diri maka kamu tidak akan mudah menyia-nyiakan masa muda dan mas depanmu.
3. Meningkatkan rasa percaya diri
Percaya diri adalah gambaran keyakinan, keberanian, cara pandang, pemikiran dan perasaan tentang diri sendiri dalam menghadapi suatu permasalahan. Ketika kamu mempunyai kepercayaan diri maka kamu mampu menolak ajakan dengan baik.
4. Terampil mengatasi masalah dan mengambil keputusan
Kamu perlu belajar mengelola perasaan seperti takut, marah, khawatir, benci, malu, putus asa sehingga tidak lari dari masalah. Dala menyelesaikan masalah perlu tahu sumbernya sehingga mampu mendapatkan solusi yang baik.
5. Memilih pergaulan yang baik dan berani menolak narkoba
Bergaullah dengan teman – teman yang tidak menyalahgunakan narkoba dan memberikan efek yang benar bagi dirimu. Jangan mudah mengikuti apa yang diperintahkan tapi lihat dulu efek yang akan diberikannya
6. Menerapkan pola hidup sehat
Konsumsi makanan dan minuman bergizi, menghindari makanan siap saji (junk food), olahraga teratur, istirahat cukup dan teratur untuk mengurangi ketegangan pikiran dan memperbaiki sel-sel tubuh yag rusak, melakukan pemeriksaaan kesehata rutin.
7. Memperkuat iman dan taqwa kepada Tuhan
Seseorang yang memiliki iman kuat dan selalu bertaqwa kepada Tuhan, dapat mencegah berbagai perilaku kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkoba.
8. Melakukan kegiatan yang positif
jika kamu memiliki banyak waktu luang, isilah dengan kegiatan yang bermanfaat seperti ikut ekstrakurikuler atau olahraga sehingga dapat terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Semakin banyak kegiatan positif maka semakin jauh dari kegiata-kgiatan yang tidak berfaedah.
9. Membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan teman dan keluarga
luangkanlah waktu berkumpul dengan keluarga, apabila ada masalah, ceritakanlah kepada orang tua. Jika ada masalah maka janganlah segan-segan untuk membicarakannya kepada orangtua atau anggota keluarga lainnya.
10. Terampil sebagai agen pencegahan penyahgunaan narkoba
Kamu bisa berperan sebagai
salah satu anggota pencegahan narkoba dengan membentuk tim menjadi relawan anti
narkoba.
SOAL EVALUASI
https://forms.gle/8RU1NkPHWXgwHot88
Post a Comment