Sistem gerak pada Hewan dan Tumbuhan || BAB 1 Gerak Benda & Makhluk Hidup

Table of Contents

 

Kompetensi Dasar

3.2  Menganalisis gerak lurus, pengaruh gaya terhadap gerak berdasarkan Hukum  Newton,  dan  penerapannya  pada  gerak  benda  dan  gerak  makhluk hidup

4.2  Menyajikan hasil penyelidikan pengaruh gaya terhadap gerak benda


A.    Sistem gerak pada Hewan

1.      Gerak Hewan dalam Air

            Ikan merupakan hewan yang hidup di air dengan gerak berenang. Air memiliki kerapatan dan gaya angkat yang lebih besar dibanding dengan massa jenis ikan, sehingga inilah yang menyebabkan ikan dapat melayang di dalam air dan dengan energi yang sedikit saja ikan bisa bergerak.

            Selain karena massa jenis ikan yang lebih kecil dibanding dengan lingkungannya, bentuk tubuh ikan juga mempengaruhi kemampuan ikan untuk bergerak. Hal ini dikarenakan ikan memiliki bentuk tubuh yang aerodinamis (streamline) untuk mengurangi hambatan ketika bergerak didalam air, sehingga ikan mudah bergerak di dalam air.

            Ada juga ikan yang bentuk tubuhnya tipis (streamline) yang berfungsi untuk mengurangi hambatan ketika bergerak di dalam air. Ikan juga memiliki sirip samping dan sirip ekor yang lebar yang berfungsi untuk membantu mendorong gerakan ikan ke depan agar bergerak lebih cepat. Semua hal yang dimiliki oleh ikan diatas, membuatnya dapat bergerak bebas di dalam air.

Selain itu juga memanfaatkan bentuk tubuhnya yang unik agar dapat berenang ke segala arah didalam air, seperti :

a.       Mengeluarkan gelembung renang yang digunakan oleh  ikan untuk mengatur gerakan naik dan turun.

b.      Memiliki susunan otot dan tulang belakang yang fleksibel sehingga mampu mendorong dan menggerakkan ekor.

c.       Memiliki sirip yang digunakan oleh ikan untuk bergerak maju ke arah kanan atau ke kiri.

d.      Ada juga ikan yang bergerak menggunakan sirip pasangan dan sirip tengah yang membuatnya cocok hidup di terumbu karang. Ikan ini tidak dapat bergerak cepat karena tidak menggunakan otot tubuhnya dalam berenang.

 

2.      Gerak hewan di udara

Gerak pada hewan yang bisa melayang di udara karena adanya gaya gravitasi bumi dan diimbangi oleh gaya angkat yang dimiliki oleh burung karena memiliki sayap dan rangka tulang yang mendukung. Prosesnya begini gaes, ketika burung terbang, udara akan mengalir di bagian atas dan bawah burung. Saat mengepakan sayapnya, udara di bagian atas tubuh burung akan mengalir ke bawah.  Dengan demikian akan terbentuk gaya yang mendorong tubuh burung ke bagian atas sehingga burung dapat bertahan di udara.

Jadi, Burung menggunakan sayap untuk bergerak (terbang) dengan gabungan otot yang kuat dan tulang yang ringankepakan sayap burung akan membuat gaya angkat yang memungkinkan burung untuk terbang.

 

3.         Gerak hewan di darat

Hewan yang hidup di darat bergerak dengan tulang dan otot. Namun demikian struktur tulang dan otot hewan di darat tidak sama. Hewan vertebrata (bertulang belakang) memiliki tulang dan otot sebagai alat gerak. Tulang menjadi alat gerak pasif. Sedangkan otot menjadi alat gerak aktif. Alat gerak aktif dan pasif pada hewan vertebrata adalah kaki, sayap atau sirip.

Sedangkan hewan invertebrata (tidak mempunyai tulang belakang) mempunyai alat gerak khusus. Misalnya, hewan lunak (mollusca) seperti bekicot, bergerak menggunakan kaki otot. Begitu pula hewan memiliki rongga (colenterata) seperti ubur-ubur, bergerak menggunakan tentakel

 

B.      Sistem gerak pada Tumbuhan

Berdasarkan asal datangnya rangsangan, gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi tiga (3), yaitu : Gerak Endonom, Gerak Hidroskopis, Gerak Esionom.

1.       Gerak Endonom.

Jika kita mengamati daun tumbuhan Hydrilla Verticillata, maka akan melihat struktur seperti dinding tembok yang didalamnya terdapat butiran bulat berwarna hijau. Struktur seperti tembok tersebut merupakan sel daun. Didalam sel daun tersebut terdapat cairan yang disebut sitoplasma. Dalam sitoplasma terdapat butiran bulat berwarna hijau yang disebut kloroplas. Kloroplas bergerak berkeliling (rotasi) didalam sel yang disebut gerak siklosis. Pergerakan tersebut sebenarnya akibat dari pergerakan atau aliran sitoplasma dalam sel. Gerak ini terjadi secara spontan dan berasal dari dalam sel tumbuhan tersebut. Gerak yang terjadi akibat rangsangan yang berasal dari dalam sel atau tubuh tumbuhan disebut dengan gerak endogen.

  Gambar 1 Tumbuhan Hydrilla Verticillata

2.      Gerak Higroskopis.

Ada bermacam – macam buah polong – polongan seperti kacang kedelai (Glycine max), Buah cangkring (Erythrina variegata) dan buah biduri (Asclepias Gigantea). Ketika buah polong-polongan sudah tua, terjadi perubahan kadar air di dalam sel secara tidak merata. Akibatnya terjadi pengerutan bagian buah yang tidak merata. Pengerutan ini membuat buah polong menjadi terbuka. Membukanya buah polong tersebut merupakan salah satu contoh gerak higroskopis. Selain membukanya buah polong-polongan, contoh gerak higroskopis yaitu membukanya dinding sporangium (kotak spora) tumbuhan paku.


3.      Gerak Esionom

Gerak Esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya ransangan dari luar tubuh tumbuhan (lingkungan sekitar). Berdasarkan respons gerak yang dilakukan tumbuhan. Gerak Esionom dapat dibedakan menjadi Gerak Tropisme, Gerak Taksis, Gerak Nasti.

a.       Gerak Tropisme

Setiap ujung batang tumbuhan akan tumbuh menuju arah datangnya cahaya. Berbeda halnya dengan arah gerak pertumbuhan akar. Kedua gejala tersebut menunjukkan bahwa ada gerak tumbuhan yang arah pergerakannya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Gerak tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang dari luar disebut gerak tropisme. Arah gerak tumbuhan yang mendekati arang arah datangnya rangsang disebut gerak tropisme positif, tetapi jika arah gerak tumbuhan menjauhi rangsang disebut gerak tropisme negatif


-         
Gerak Fototropisme

Jenis gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya disebut dengan gerak fototrofisme atau heliotropisme. tumbuhan yang arah tumbuhannya mendekati sumber cahaya disebut fototropisme positip sedangkan yang menjauhi  cahaya disebut fototropisme negatif. 


-         
Gerak Geotropisme

Gerak akar dan batang yang demikian disebut geotropism atau gravitropisme. gerak akar menuju ke pusat bumi disebut geotropisme positif, sedangkan gerak batang menjauhi pusat bumi disebut geotropism negatif.

-          Gerak Hidrotopisme

Selain tumbuh menuju pusat bumi, gerak pertumbuhan akar juga dipengaruhi oleh sumber air. Pertumbuhan akar menuju sumber air disebut gerak hidrotropisme. Maha kuasa Tuhan yang telah memberikan tumbuhan kemampuan tersebut, sehingga tumbuhan dapat terus mendapatkan air sehingga dapat tetap hidup.

-          Gerak Tigmotropisme

Beberapa tumbuhan seperti mentimun, kacang panjang, labu, anggur dan markisa memiliki organ tambahan yang disebut sulur. Sulur yang melilit pada suatu batang karena ada rangsangan. Rangsangan yang mempengaruhi gerak sulur tersebut yaitu sentuhan. gerak melilitnya sulur tumbuhan pada tempat rambatannya merupakan contoh Gerak Tigmotropisme

-          Gerak Kemotropisme

Reproduksi tumbuhan melibatkan proses penyerbukan, yaitu peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik. Dikepala putik, serbuk sari akan berkecambah dan membentuk buluh serbuk yang akan membawa gamet jantan (Spermatozoid) menuju gamet betina (sel telur). Gerakan buluh serbuk menuju sel telur dipengaruhi oleh zat gula (zat kimia) yang dikeluarkan oleh bakal buah. gerak tropisme yang dipengaruhi oleh zat kimia disebut Kemotropisme.

b.       Gerak Taksis.

Gerak Taksis adalah gerak pindah tempat seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh sumber rangsangan. Gerak Taksis biasanya dilakukan oleh organisme bersel satu misalnya pada Euglena viridis.

Euglena Viridis merupakan organisme yang dapat dikelompokkan kedalam Algae (Protista mirip tumbuhan) karena memiliki klorofil dan mampu melakukan fotosisntesis. Dalam hidupnya organisme tersebut membutuhkan cahaya, oleh karena itu Euglena Viridis akan bergerak mendekati sumber cahaya. Namun, jika intensitas cahaya terlalu  tinggi, Euglena Viridis akan berusaha menghindar. Kemampuan berpindahnya Euglena Viridis disebabkan karena organisme tersebut memiliki alat gerak berupa flagella dan reseptor cahaya. Pergerakan Euglena Viridis ini disebut dengan gerak Fototaksis.

 

 

 

c.        Gerak Nasti

Darimana pun arah datangnya sentuhan, arah gerakan yang dilakukan Daun Putri Malu selalu tetap, yaitu menutup dengan arah yang sama. Artinya gerakan yang dilakukan oleh tumbuhan tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Gerak tumbuhan yang demikian disebut dengan Gerak Nasti: Gerak Seismonasti, Gerak Niktinasti, Gerak Fotonasti dan Gerak Termonasti




Post a Comment