SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA || KELAS 8 BAB 6
KOMPETENSI DASAR
3.7 Menganalisis sistem
peredaran darah pada
manusia dan memahami gangguan pada sistem peredaran
darah, serta upaya menjaga kesehatan sistem peredaran darah
4.7 Menyajikan hasil percobaan pengaruh aktivitas (jenis, intensitas, atau durasi) pada frekuensi denyut jantung
Apersepsi
Saat Doni bermain sepada, tiba-tiba
dia jatuh dan lututnya terluka yang menyebabkan luka tersebut mengeluarkan
darah. Namun setelah beberapa waktu kemudian, darah yang awalnya keluar dari
tubuh berhenti. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Lalu apa yang terjadi
jika darah terus menerus keluar?
A. struktur Dan fungsi sistm Peredaran darah
1.
Darah
Darah adalah jaringan ikat yang berwujud cair dan tersusun atas dua
komponen utama yaitu plasma dan elemen seluler. Darah berfungsi untuk
mengangkut nutrisi, oksigen, hormon dan senyawa kimia lain ke seluruh tubuh,
mengangkut karbondioksida dan sisa metabolisme keluar tubuh, serta menjaga
tubuh dari serangan penyakit.
Plasma darah (55%) terdiri atas air dan zat – zat terlarut, elemen seluler
(45%) terdiri atas sel darah merah (eritrosit) sebanyak 99%, sel darah putih
(leukosit) dan keping darah (trombosit). Plasma darah tersusun atas 91,5% air (H2O)
dan 8,5% zat-zat terlarut. Zat-zat terlarut tersusun
atas protein dan zat – zat lain. Protein tersebut yaitu albumin, fibrinogen dan
globulin yang disebut sebagai protein plasma. Zat-zat lain yaitu sari makanan,
mineral, hormon, antibodi, urea dan karbondioksida.
Gambar 1 Komponen
Penyusun darah
a.
Sel
darah merah (Eritrosit)
Eritrosit berbentuk bulat pipih dengan
bagian tengah cekung (bikonkaf), tidak memiliki inti sel, dan berwarna merah
yang disebabkan adanya hemoglobin (Hb). Hemoglobin adalah protein yang
mengandung zat besi (Fe). Eritrosit paling banyak terdapat dalam darah,
1 mm3 (sekitar satu tetes darah) mengandung 4-5 juta
eritrosit.
Warnanya sendiri adalah merah sebagai
akibat kandungan hemoglobin di dalamnya. Eritrosit dibentuk dalam sumsum merah
tulang dan hanya dapat bertahan hidup hingga 120 hari. Eritrosit yang mati akan
diangkut ke limpa atau hati untuk dipecah. Zat besi yang terkandung dalam
eritrosit akan diangkut oleh darah ke sumsum tulang agar bisa diproses menjadi
eritrosit yang baru.
b. Sel darah putih (Leukost)
Leukosit bentuknya
tidak tetap atau bersifat ameboid dan mempunyai inti. Setiap 1 mm3 darah mengandung
5.000–10.000 leukosit. Fungsi utama leukosit adalah melawan kuman/bibit
penyakit yang masuk dalam tubuh. Apabila terjadi peningkatan leukosit,
kemungkinan terjadi infeksi didalam tubuh.
Jika
jumlah leukosit kurang dari normal (kurang dari 5000 sel/mm3) disebut leukopenia. Jika jumlah
leukosit lebih dari normal (lebih dari 10.000 sel/mm3) disebut leukositosis. Berdasar ada tidaknya
butir-butir kasar (granula) dalam sitoplasma leukosit, leukosit dibedakan
menjadi 2 yaitu granulosit dan agranulosit. Granulosit terdiri dari eosinofil,
basofil dan neutrofil. Agranulosit terdiri dari limfosit dan monosit. Berikut
karakteristik jenis-jenis leukosit :
Gambar 2 Karaktristik Jenis-jenis Leukosit
c. Keping Darah (Trombosit)
Trombosit bentuknya
beragam yaitu bulat, oval dan memanjang. Trombosit tidak memiliki inti,
memiliki granula. Jumlah trombosit pada dewasa sekitar 200.000 – 500.000 sel/mm3, umur trombosit sekitar 5-9
hari. Trombosit sangat berhubungan dengan proses mengeringnya luka, sehingga
trombosit disebut juga sel pembekuan darah.
Ketika tubuh terluka, trombosit akan pecah karena bersentuhan dengan permukaan kasar pembuluh darah yang luka. Didalam trombosit terdapat enzim trombokinase atau tromboplastin. Tromboplastin akan mengubah protombin (calon trombin) menjadi trombin dengan adanya ion kalsium dan vitamin K dalam darah. Trombin akan mengubah fibrinogen (protein darah) menjadi benang-benang fibrin, kemudian benang-benang fibrin menjaring sel-sel darah sehingga luka tertutup dan darah tidak keluar lagi. Berikut proses pembekuan darah:
Gambar
3 proses pembekuan darah
2. Jantung dan Pembuluh darah
a. Jantung
Jantung merupakan organ yang terdiri dari kumpulan otot, berfungsi memompa
darah sehingga darah dapat mengalir dari jantung ke paru – paru dan seluruh
tubuh. Jantung terdiri atas serambi (atrium) kiri dan serambi kanan yang
terletak di bagian atas jantung, bilik (ventrikel) kiri dan bilik kanan yang
terletak di bagian bawah jantung.
Darah dari seluruh tubuh masuk ke
serambi kanan, sehingga di serambi kanan mengandung CO2. Kemudian
darah melewati katup trikuspidalis menuju bilik kanan. Katup trikuspidalis
berfungsi agar darah tidak kembali ke serambi kanan. Dalam bilik kanan, darah
dipompa melewati arteri pulmonalis menuju paru-paru agar CO2 lepas
dan darah mengikat O2.
Darah dari paru-paru mengalir
melalui vena pulmonalis menuju serambi kiri, sehingga dalam serambi kiri darah
mengandung O2. Darah dari serambi kiri turun melewati katup
bikuspidalis menuju bilik kiri. Bilik kiri memompa darah ke seluruh tubuh
melalui pembuluh aorta.
Gambar
4 Struktur Jantung
Dinding pada bilik
kiri lebih tebal daripada bilik kanan karena bilik kiri harus bekerja ekstra
untuk memompa darah ke seluruh tubuh kemudian kembali lagi ke jantung.
Sedangkan bilik kanan hanya memompa darah ke paru – paru kemudian kembali lagi
ke jantung. Pada beberapa orang, pacu jantung mengalami gangguan sehingga
tidak dapat mengatur irama detak jantung dengan normal. Hal ini membuat para
ilmuwan membuat alat pacu jantung dengan energi dari baterai. Berikut alat pacu
jantung :
a. letak nodus sinoatrial
b. alat pacu jantung yang diletakkan pada
tubuh
c. alat pacu jantung
b. Pembuluh Darah
Pembuluh darah dibedakan menjadi 3 yaitu : pembuluh nadi
(arteri), pembuluh balik (vena) dan pembuluh kapiler. Arteri adalah pembuluh
darah yang mengalirkan darah keluar jantung. Vena adalah pembuluh darah yang
mengalirkan darah masuk ke jantung.
Arteri
berisi darah yang mengandung oksigen, kecuali arteri pulmonalis. Vena berisi
darah yang mengandung karbondioksida, kecuali vena pulmonalis. Ujung arteri dan
vena bercabang-cabang menjadi pembuluh-pembuluh kecil yang disebut pembuluh
kapiler.
Gambar 5 pembuluh darah
Tabel
1 Perbedaan arteri dengan vena
|
Pembeda |
Arteri |
Vena |
|
Tempat |
Agak
tersembunyi didalam kulit |
Dekat
dengan permukaan kulit, tampak hijau atau biru atau biru keunguan |
|
Dinding pembuluh |
Tebal,
kuat, elastis |
Tipis
dan tidak elastis |
|
Aliran darah |
Meninggalkan
jantung |
Menuju
jantung |
|
Denyut |
Terasa |
Tidak
terasa |
|
Katup |
Satu
pada pangkal jantung |
Banyak
di sepanjang pembuluh |
|
Darah yang keluar |
Darah
memancar |
Darah
tidak memancar |
c. Peredaran darah pada Manusia
Peredaran darah manusia merupakan peredaran darah
tertutup, karena darah selalu beredar di dalam pembuluh darah. Setiap beredah,
darah melewati jantung dua kali sehingga disebut peredaran darah ganda.
Peredaran darah ganda ada 2 yaitu peredaran darah kecil dan peredaran darah
besar.
Peredaran
darah kecil adalah peredaran darah yang dimulai dari jantung (bilik kanan)
menuju ke paru-paru kemudian kembali lagi ke jantung (serambi kiri).
Peredaran darah besar adalah peredaran darah yang dimulai dari jantung (bilik
kiri) kemudian menuju ke seluruh tubuh kemudian kembali lagi ke jantung
(serambi kanan).
Gambar 6 peredaran darah pada manusia
d.
Frekuensi
denyut Jantung
Frekuensi denyut
jantung adalah banyaknya denyut jantung tiap menit. Frekuensi denyut jantung
dipengaruhi oleh 5 faktor yaitu aktivitas tubuh, jenis kelamin, suhu tubuh,
umur dan komposisi ion.
1.
Aktivitas tubuh
seseorang yang
melakukan banyak aktivitas, memerlukan glukosa dan energi yang banyak pula.
Untuk memenuhi kebutuhan glukosa dan energi tersebut, jantung harus memompa
darah lebih cepat.
2.
Jenis kelamin
perempuan memiliki
denyut jantung lebih tinggi daripada laki-laki. Dalam kondisi normal, denyut
jantung perempuan sekitar 72-80 denyutan/menit. Sedang denyut jantung laki-laki
sekitar 64-72 denyutan/menit.
3.
Suhu tubuh
semakin tinggi suhu tubuh,
maka semakin cepat frekuensi denyut jantung. Hal ini terjadi karena adanya
peningkatan proses metabolisme sehingga diperlukan peningkatan pemasukan O2
dan pengeluaran CO2.
4.
Umur
pada janin, denyut
jantung nya sekitar 140-160 denyutan/menit. Semakin bertambahnya umur, semakin
rendah frekuensi denyut jantungnya. Hal ini karena semakin berkurangnya kebutuh
energinya. Orang dewasa dengan orang lansia, energinya lebih banyak orang
dewasa karena aktivitasnya lebih padat.
5.
Komposisi ion
jantung berdenyut
secara normal dipengaruhi oleh komposisi ion yang seimbang di dalamnya. Jika
terjadi ketidakseimbangan ion, maka akan menyebabkan bahaya bagi jantung.





Post a Comment