Kosep Gerak || BAB 1 Gerak Benda dan Makhluk Hidup
Kompetensi dasar
3.2
Menganalisis gerak lurus, pengaruh gaya terhadap gerak berdasarkan
Hukum Newton, dan
penerapannya pada gerak
benda dan gerak
makhluk hidup
4.2 Menyajikan
hasil penyelidikan pengaruh gaya terhadap gerak benda
A. Konsep
gerak
1. Gerak
lurus
Setiap hari kamu berangkat dari rumah ke sekolah kemudian kembali lagi ke rumah. Misalnya jika diukur jarak rumah ke sekolah 2 km, maka jarak tempuh yang kamu lakukan setiap hari adalah 4 km. Namun perpindahan yang kamu lakukan bernilai nol km. Mengapa demikian? Ada perbedaan makna antara jarak dan perpindahan.
Jarak merupakan panjang lintasan yang ditempuh dengan memperhitungkan posisi awal dan akhir benda, atau dengan kata lain perpindahan merupakan jarak lurus resultan dari posisi awal sampai posisi akhir.
Sekarang pikirkan perjalanan saat kamu pergi dari rumah ke sekolah. Apakah kendaraan yang kamu tumpangi melaju dengan kecepatan tetap? Bagaimana kamu dapat mengukur besar kecepatan kendaraan yang kamu tumpangi?
Misalkan seorang atlet yang bergerak lurus beraturan mampu menempuh jarak 30 meter dalam waktu 6 sekon. Dengan kata lain, atlet mampun menempuh jarak 5 meter setiap sekonnya. Kemampuan atlet dalam menempuh jarak (s) tertentu setiap sekonnya (t) disebut sebagai kelajuan atau secara matematis dapat ditulis:
Tahukah kamu bagaimana
cara mengukur kelajuan kendaraan bermotor? Apakah benar dengan menggunakan
spedomoter? Ternyata, spedometer yang ada di kendaraan tidak mengukur keceptan
gerak, tetapi mengukur kelajuan. Perhatikan gambar di bawah ini!
Berdasarkan
gambar diatas, dapatkah kam menentukan kelajuan sesaat mobil pada saat 2 sekon,
4 sekon, dan 8 sekon? Pada mobil tertentu, biasanya dilengkapi oleh alat
yang disebut dengan GPS untuk menginformasikan posisi, kecepatan, arah, dan
waktu secara akurat.
Perhatikan
gambar dibawah ini. Pada gambar tersebut terlihat bahwa GPS mobil melaju dengan
kelajuan yang tetap, yaitu 20 m/s atau 72 km/jam. Tahukah kamu apa artinya?
Jika kelajuan mengukur jarak tempuh, maka
kecepatan mengukur perpindahan (Δs, dengan Δ adalah perubahan/selisih) gerak
benda tiap satuan waktu (t).
Meskipun kelajuan dan kecepatan memiliki
definisi konsep yang berbeda, namun gerak Lurus Beraturan (GLB) besar kecepatan
dan kelajuan memiliki nilai, simbol (v), serta satuan yang sama (m/s).
Saat melakukan perjalanan dari rumah ke
sekolah, kendaraan yang kamu tumpangi akan bergerak dengan kecepatan yang
berubah-ubah tiap waktu. Perhatikan gambar berikut.
Secara matematis, percepatan dapat dirumuskan
sebagai berikut.
Contoh soal:
Saat mendekati lampu lalu lintas, mobil yang
awalnya bergerak dengan kecepatan sebesar 72 km/jam (20 m/s) diperlambat hingga
0 km/jam dalam selang waktu 5 sekon dengan proses perubahan seperti dalam tabel
berikut ini:
Penyelesaian:
Berdasarkan data yang terdapat pada tabel di
atas, dapat diketahui perlambatan mobil sebesar 4 m/s. Nilai tersebut diperoleh
dari:
Karena perubahan kecepatan mobil dalam setiap sekon selalu tetap, maka percepatan gerak mobil adalah tetap sehingga mobil tersebut bergerak lurus berubah beraturan (GLBB). Percepatan benda tidak berlaku pada kendaraan yang sedang bergerak secara horisontal, tetapi juga pada benda yang bergerak secara vertikal.
Semua
benda yang ada di permukaan bumi mengalami gaya gravitasi. Gaya gravitasi yang
dimaksud adalah gaya tarik benda oleh bumi sehingga benda mengalami percepatan
konstan yaitu sebesar 9,8 m/s² (percepatan gravitasi).
2. Gaya
Gaya
(force) sebagai suatu bentuk dorongan atau tarikan pada benda. Contohnya ketika mesin
motor mengangkat lift, atau martil menghantam paku, atau angin meniup dedaunan yang
ada di pohon, maka gaya sedang dikerahkan.
Jika sebuah benda dalam keadaan diam, untuk
membuatnya mulai bergerak diperlukan gaya, artinya suatu gaya dibutuhkan untuk
mempercepat sebuah benda dari kecepatan nol ke kecepatan bukan nol. Untuk
sebuah benda yang sudah bergerak, jika kita ingin mengubah kecepatannya baik
arah maupun magnitudonya lagi-lagi diperlukan gaya.
3.
Hukum Newton Tentang
Gerak
a.
Hukum I Newton
Hukum I Newton juga dikenal
dengan hukum kelembaman karena sifat dari sebuah benda yang cenderung
mempertahankan keadaan diamnya, atau kecepatan seragamnya di sepanjang garis
yang lurus. Arah gerakan benda akan sama dengan arah gaya yang diberikan
sehinggagaya digambarkan sebagai suatu besaran vektor. Besar dan arah gaya
dapat digambarkan dengan suatu panah. Aplikasi dari hukum I Newton ini adalah
Anda akan terdorong ke depan ketika mobil yang sedang dikendarai berhenti
mendadak.
Mobil berhenti tetapi badan tetap bergerak
searah dengan mobil. Hal ini yang menyebabkan banyak orang cedera leher serius
karena kepala tidak tertahan dan terlempar ke depan dan ke belakang dengan
cepat. Oleh karena itu pabrik mobil sudah memperkenalkan kantung udara untuk
memberikan tahanan tambahan saat terjadi tabrakan.
Bunyi Hukum Newton I : Setiap benda akan
terus dalam keadaan diam, atau terus bergerak lurus dengan kecepatan seragam
kecuali jika ada gaya neto yang bekerja padanya.
∑F = 0
b.
Hukum II Newton
Pada hukum I Newton
diketahui bahwa jika tidak ada gaya neto yang bekerja pada sebuah bendanyang
diam, maka benda itu akan terus diam atau jika benda itu sedang bergerak maka
akan terus bergerak dengan kelajuan konstan. Lalu bagaimana jika pada sebuah
benda dikerahkan sebuah gaya neto untuk membuat benda itu bergerak? Gaya neto
yang dikerahkan pada sebuah benda akan menyebabkan benda mengalami pertambahan
kecepatan.
Pertambahan
kecepatan secara terarur disebut dengan percepatan. Oleh karena itu dapat
dikatakan bahwa gaya neto menyebabkan percepatan. Bagaimana hubungan antara
gaya dengan percepatan? Bayangkan Anda sedang mendorong sebuah meja. Ketika
Anda menambah gaya dorong Anda pada meja apakah meja akan bergerak lebih cepat?
Jawabannya tentu ya. Hal ini menunjukkan bahwa gaya dan percepatan memiliki
hubungan yaitu berbanding lurus. Lalu bagaimana jika Anda memberikan besar gaya
dorong yang sama pada meja kecil dan meja besar, apakah pergerakan kedua meja
tersebut akan sama? Jawabannya tentu tidak. Meja yang lebih besar akan bergerak
lebih lambat dibandingkan meja kecil. Faktor yang mempengaruhi kejadian ini
adalah massa benda. Fakta-fakta tersebut dikenal dengan Hukum II Newton.
Dalam satuan SI, massa dinyatakan dalam kilogram, percepatan dalam m/s2 , dan gaya dinyatakan dalam newton (N). satu newton adalah gaya yang diperlukan untuk menimbulkan percepatan sebesar 1 m/s2 , pada benda bermassa 1 kg.
Hukum Newton II
Percepatan Sebuah Benda berbanding lurus
dengan gaya neto yang bekerja padanya, dan berbanding terbalik dengan massanya.
Arah percepatan adalah searah dengan gaya neto yang bekerja pada benda.
∑F = ma
c.
Hukum III Newton
Gaya yang dikerahkan pada benda apapun selalu dikerahkan oleh benda lainnya. Setiap ada aksi maka akan ada reaksi. Ini dikenal dengan hukum III Newton.
Bunyi Hukum Newton III
Bila sebuah benda mengerahkan gaya pada benda
kedua, benda kedua ini akan mengerahkan gaya yang sama besarnya namun
berlawanan arah pada benda pertama.
Faksi = -
Freaksi



Post a Comment