Gejala Penyakit Covid-19 Delta
Gejala Penyakit Covid-19 Delta/ Varian Baru
Kini muncul varian baru Covid-19 yang disebut Varian Delta dan yang
merupakan mutasi virus dari India. Varian baru ini sangat mudah menular dan
lebih berbahaya. Varian Delta pertama kali terdeteksi di India pada Oktober
2020, saat awal negeri itu dilanda gelombang kedua pandemi. WHO (World Health
Organization) melabeli varian delta sebagai variant
of concern (VOC) atau varian yang perlu diwaspadai. Varian ini telah menyebar
keberbagai negara dan termasuk Indonesia. Varian Delta sebagai variant of concerns, Delta tentulah berbahaya. Varian
Delta ini lebih berbahaya dari virus asli sebelumnya sehingga dan tentunya
penyakit yang disebabkan oleh virus ini lebih parah, mengurangi netralisasi
oleh antibodi secara signifikan, dan mengurangi efektivitas pengobatan dan vaksin.
Umumnya, orang
yang terpapar virus Corona dalam tubuh orang yang terjangkit akan menunjukkan
beberapa gejala umum misalkan sesak napas, batuk, hilangnya aroma penciuman,
merasa kelelahan yang berlebihan atau mudah lelah, menggigil. Sebagian gejala
ini mungkin masih dialami penderita Covid-19 varian Delta.
Menurut Profesor Kedokteran Darurat dan Kesehatan
Internasional di John Hopkins University Dr Bhakti Hansoti menyampaikan beberapa
gejala infeksi virus corona varian Delta lainnya adalah Sakit perut, Hilangnya
selera makan, Nyeri sendi, Muntah dan Mual. Selain
itu Profesor Epidemiologi Genetika di King's College London, Tim Spector
menyampaikan bahwa ada gejala yang timbulkan oleh virus varian delta ini
seperti Flu yang parah. selain itu juga adanya
gelaja sakit kepala, sakit tenggorokan dan demam.
Lalu apakah
varian delta ini lebih mudah menular dibandingkan virus sebelumnya? Dikutip dari
cnbc.com, WHO mengatakan
bahwa varian Delta adalah varian virus yang mudah menular dan berbahaya. Menurut
sebuah studi penelitian menunjukan bahwa delta 50-60% lebih
mudah menular daripada varian Alpha dan varian asli yang sebelumnya muncul di
Wuhan china.
Jenis varian ini jga tidak bisa dipastikan hanya menyerang anak-anak,
dewasa atau lansia. Virus ini dapat menyerang siapun. Untuk itu tetaplah
mengikuti protokol kesehatan dan tetap ikuti anjuran pemerintah untuk memutus
mata rantai penyebaran virus ini.
Post a Comment