Keselamatan dan keamanan di Laboratorium || Hakikat dan Peran Ilmu Kimia
Keselamatan dan keamanan di Laboratorium
Tujuan Peraturan Keselamatan Kerja
dilaboratorium dimaksud untuk:
- Kesehatan,
keselamatan dan kesejahteraan orang yg bekerja di laboratorium.
- Mencegah
orang lain terkena resiko kecelakaan yang menyebabkan
terganggu kesehatannya akibat kegiatan di laboratorium.
- Mengontrol
penyimpanan dan penggunaan bahan yang mudah terbakar dan beracun
- Mengontrol
pelepasan bahan berbahaya (gas) dan zat berbau ke udara, sehingga tidak
berdampak negative terhadap lingkungan.
Aturan umum yang berlaku:
- Orang
yang tak berkepintingan dilarang masuk laboratorium, untuk mencegah hal
yang tidak diinginkan.
- Jangan
melakukan eksprimen sebelum mengetahui informasi mengenai bahaya bahan
kimia, alat alat dan cara pemakaiannya.
- Mengenali
semua jenis peralatan keselamatan kerja dan letaknya untuk memudahkan
pertolongan saat terjadi kecelakaan
- Harus
tau cara pemakaian alat emergensi: pemadam kebakaran, eye shower,
respirator dan alat keselamatan kerja yang lain.
- Mampu
memberi pertolongan darurat (P3K).
- Latihan
keselamatan harus dipraktekkan secara periodik bukan dihapalkan saja
- Tidak
diperbolehkan makan dan minum atau merokok di laboratorium
- Dilarang
banyak berbicara atau berisik selama dilaboratorium
- Jauhkan alat alat yang tak digunakan, tas,hand phone dan benda lain dari atas meja kerja.
Pakaian selama di laboratorium
- Dilarang
memakai perhiasan, sepatu safety yang terbuka, sepatu licin, atau berhak
tinggi. Harus menggunakan sepatu safety yang memenuhi standar.
- Wanita
dan pria yang memiliki rambut panjang harus diikat.
- Pakailah
jas praktikum, sarung tangan dan pelindung yang lain dengan baik
Adapun hal umum lainnya yang harus diperhatikan:
- Hindari kontak langsung dengan bahan kimia
- Hindari menghirup langsung uap bahan kimia
- Dilarang makan atau minum selam dilaboratorium
d. Dilarang mencicipi atau mencium bahan kimia
kecuali ada perintah khusus (cukup dengan mengkibaskan kearah hidung)
e. Bahan kimia dapat bereaksi langsung dengan
kulit menimbulkan iritasi (pedih dan gatal)
Pemindahan bahan kimia harus diperhatikan hal
sebagai berikut :
- Baca
label bahan sekurang kurangnya dua kali untuk menghindari kesalahan dalam
pengambilan bahan misalnya antara asam sitrat dan asam nitrat.
- Jangan
mengembalikan bahan kimia ke tempat botol semula untuk menghindari
kontaminasi, meskipun dalam hal ini kadang terasa boros
- Untuk
bahan kimia cair gunakan pipet tetes untuk mengambil untuk bahan kimia
padat gunakan spatula
- Ambil
bahan kimia seperlunya saja
Limbah bahan kimia secara umum meracuni
lingkungan, oleh karena itu perlu penanganan khusus:
- Limbah
bahan kimia tidak boleh dibuang langsung ke lingkungan .
- Limbah
organik dibuang pada tempat terpisah agar bisa didaur ulang.
- Limbah
padat (kertas saring, korek api, endapan) dibuang ditempat khusus.
- Limbah
yang tidak berbahaya (Misalnya detergen) boleh langsung dibuang ,dg
- pengenceran
air yang cukup banyak.
- Buang
segera limbah bahan kimia setelah pengamatan selesai.
- Limbah
cair yang tidak larut dlm air dan beracun dikumpulkan pada botol dan
diberi label yg jelas.
Simbol bahan kimia
Simbol
bahaya kimia adalah suatu piktogram berlatar belakang orange dengan garis batas
dan gambar berwarna hitam. Simbol ini menunjukan sifat dari suatu bahan kimia.
Berikut ini beberapa contoh simbol bahan kimia
|
Simbol Keterangan |
Keterangan |
|
|
Keterangan: Bahan yang
dapat menyebabkan iritasi, gatal-gatal dan dapat menyebabkan luka bakar pada
kulit. Tindakan: Hindari
kontak langsung dengan kulit Contoh : NaOH |
|
|
Keterangan: bahan
bersifat racun, bahkan dapat menyebabkan kematian jika terhirup atau tertelan Tindakan: jangan
dihirup/ditelan dan hindari kontak langsung dengan kulit
Contoh: methanol |
|
|
Keterangan: bahan
Mudah terbakar Tindakan: hindari dari bahan-bahan yang mudah mengeluarkan
api. Contoh; acetanol,
butanol |
|
|
Keterangan: bahan yangat mudah terbakar. Berupa gas yang mudah terbakar dibawah kondisi normal Tindakan: jauhkan dari campuran udara dan api Contoh: Dietil eter (cairan) gas Propana |
|
|
Keterangan: bahan
kimia bersifat pengoksidasi Tindaka; Hindari dari panas dan reduktor Contoh:hydrogen perosiksida |
|
Corrosive |
Keterangan: bahan
bersifat korosif, dapat merusak jaringan hidup, gatal-gatal dan membuat kulit
mengelupas. Tindakan:hindara
kontak langsung dan benda bersifat logam Contoh: HCl |
|
Explosive |
Keterangan: bahan
mudah ledakan dengan adanya panas, gesekan, benturan. Tindakan: hindari dari
gesekan, Bungan percikan api dan benturan Contoh: TNT, KClO3 |
Dangerous for
Enviromental
|
Keterangan: bahan
kimia mudah merusak lingkungan Tindakan: limbah
dibuang terpisah untuk dilakukan pengolahan terlebih dahulu Contoh: AgNO3,
Hg2Cl2, HgCl2 |
|
|
|









Post a Comment