Metode Ilmiah || Hakikat dan Peran Ilmu Kimia
METODE ILMIAH
Metode ilmiah merupakan
proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis, empiris, dan
terkontrol. Metode ilmiah berawal dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban
dan solusi. Metode ilmiah juga berawal dari hasil pengamatan, riset dan observasi
terhadap suatu fenomena yang terjadi disekitar. Metode ilmiah juga merupakan
suatu langkah yang sistematis dan prosedural. Metode ilmiah untuk mengembangkan
dan meningkatkan ilmu pengetahuan, memecahkan masalah yang terdapat dalam
kehidupan sehari-hari, dan menguji ulang hasil penelitian sehingga diperoleh
kebenaran yang obyektif. Adapun sikap yang harus dimiliki oleh sesorang dalam
melakukan metode ilmiah adala: rasa ingin tahu, teliti, hati-hati, sikap
terbuka dan tidak mudah percaya sebelum mendaptkan hasil yang sesuai riset,
jujur, disiplin, bertanggungjawab, displin, mudah bekerjasama baik dalam team
atau lingkungan sekitar, peduli, dan santun.
Adapun tahapan dalam
melakukan metode ilmiah yaitu:
1.
Merumuskan
masalah
Merumuskan masalah merupakan tahap
pertama yang dilakukan dalam metode ilmiah, masalah ini biasanya berupa
pertanyaan ilmiah untuk dilakukan pemecahan atau untuk dilakukan uji kebenaran.
Dari rumusan masalah inilah yang akan dilakukan metode ilmiah lebih lanjut.
2.
Menyusun
Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban
sementara. Sehingga pada tahap ini kalian perlu membuat jawaban sementara yang
bersifat praduga terhadap masalah dan masih harus membuktikan kebenarannya. Hipotesis
dibuat berdasarkan bukti-bukti dan fakta-fakta yang ada yang berkaitan dengan
masalah.
3.
Melaksanakan
Penelitian
Tahap ini merupakan tahap yang
bertujuan untuk menguji kebenaran dari hipotesa. Penelitian dapat melaksanakan
di laboratorium dengan pedoman keselamatan di ruang laboratorium atau tempat
lain, bergantung pada masalah yang akan dipecahkan.
4.
Mengumpulkan
Data
Pada saat penelitian berlangsung,
lakukan pengamatan dengan seksama serta buatlah data penelitian dengan baik dan
akurat. Data bisa berupa angka (kuantitatif) atau data yang berupa pengamatan
indera tanpa satuan ukur seperti warna, gelembung dan hasil pengamatan lainnya.
Data tersebut, selanjutnya disusun dalam bentuk uraian (diskripsi), tabel,
maupun grafik.
5.
Mengolah
dan Menganalisis Data
Dalam mengolah dan menganalisis
data, kelompokkan data yang dikumpulkan dari hasil penelitian atau percobaan,
kemudian susun sesuai dengan jenis atau keperluan penelitian. Analisa data-data
tersebut dan selanjutnya mengecek apakah hipotesa yang dibuat sesuai dengan
data yang diperoleh untuk membuktikan kebenaran dari hipotesis.
6.
Membuat
Kesimpulan
Pada tahap ini kalian membuat
kesimpulan yang merupakan pernyataan yang merangkum hasil kegiatan selama
penelitian. Hasil penelitian perlu dibahas apakah mendukung hipotesis yang
dibuat atau tidak. Sertakan semua data-data yang mendukung jika hipotesis
sesuai dan jika tidak sertakan pembahasan tentang sebenarnya masalah yang ada.
7.
Menyusun
Laporan
Laporan merupakan hal-hal atau
laporan selama percobaan atau penelitian berlangsung. Biasanya terdiri dari
cover, judul, tujuan penelitian, hari tanggal, tempat penelitian, latar
belakang, rumusan masalah, dasar teori, langkah penelitian, hasil, pembahasan,
penutup dan sumber rujukan.
Post a Comment