REFERENSI CERITA REFLEKSI MODUL 3 FILOSOFI PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN NILAI

Table of Contents

 

REFERENSI CERITA REFLEKSI MODUL 3 FILOSOFI PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN NILAI  

Topik 1 Filsafat Pancasila dan Pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai Landasan Pendidikan Nasional. Unit 1, 2 3 dan 4

Cerita Refleksi : (1) Apakah tujuan Bapak/Ibu menjadi guru sudah tercapai? (2) Apa yang Bapak/Ibu harapkan dengan mengikuti mata kuliah Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Indonesia ini?

Tujuan saya menjadi guru adalah berkontribusi dalam menjalankan tujuan pendidikan Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan memberikan dampak postif bagi peserta didik saya baik dari segi akademik maupun non akademik serta pembentukan karakter mereka. dengan tujuan ini berharap kedepan peserta didik saya menjadi generasi emas Indonesia ditahun yang akan datang. Dengan mengikuti mata kuliah Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Indonesia ini memberikan pemahaman mendalam bagi saya tentang filosofi pendidikan Indonesia.


Cerita Refleksi  : Setelah membaca naskah dan melihat video di atas, tuliskan minimal 3 pokok-pokok pikiran Ki Hadjar Dewantara yang berkaitan dengan tujuan pendidikan, peran guru, serta prinsip pembelajaran yang berpihak pada peserta didik.

pokok-pokok pikiran Ki Hadjar Dewantara :

1.       Tujuan Pendidikan:

a.       Pendidikan harus bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. 

b.       Pendidikan harus mengembangkan potensi setiap anak, termasuk potensi intelektual, emosional, sosial, dan spiritual, sehingga mereka dapat menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, dan berkarakter. 

2.       Peran Guru:

a.        Guru harus menjadi teladan (ing ngarsa sung tuladha). 

b.       Guru harus memotivasi (ing madya mangun karsa)

c.        Guru harus membimbing (tut wuri handayani)

3. Prinsip Pembelajaran:

a.       Pendidikan harus memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman. 

b.       Pembelajaran harus relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman

c.        Pembelajaran harus berorientasi pada peserta didik, bukan pada guru. 

d.       Pembelajaran harus memperhatikan keberagaman potensi dan kebutuhan peserta didik. 

e.        Pembelajaran harus menyenangkan dan bermakna. 


Cerita Refleksi : Setelah menelaah infografis mengenai Pancasila sebagai landasan filosofi pendidikan nasional, temukan keterkaitan antara Pancasila sebagai landasan filosofi pendidikan nasional dengan konsep pendidikan budi pekerti yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantara.

Pancasila sebagai landasan filosofi pendidikan nasional memiliki keterkaitan erat dengan konsep pendidikan budi pekerti yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara . Pancasila, dengan kelima sila-nya, menyediakan nilai-nilai dasar seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Nilai-nilai ini menjadi inspirasi bagi pendidikan budi pekerti untuk membentuk karakter siswa yang berintegritas, bertanggung jawab, dan peduli pada kepentingan bersama. Pancasila memberikan kerangka nilai dan prinsip sedangkan pendidikan budi pekerti memberikan implementasi nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan budi pekerti bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Hal ini dicapai melalui proses pembelajaran yang menekankan pada pengembangan moral, akhlak, dan sikap positif siswa. Pancasila sebagai landasan filosofis memberikan kerangka teoritis, sementara pendidikan budi pekerti memberikan implementasi praktis. Dengan demikian, pendidikan di Indonesia memiliki fondasi yang kuat dan terpadu, baik dari sisi konsep maupun praktik.


Cerita Refleksi : Setelah membaca tulisan Ki Hadjar Dewantara tentang Sistem Trisentra , mari melakukan refleksi sesuai dengan konteks sekolah masing-masing. (1) Bagaimana pola hubungan antar pusat pendidikan dalam konteks sekolah Bapak/Ibu? (2) Bagaimana memastikan bahwa trisentra pendidikan di sekolah Bapak/Ibu memiliki visi dan misi yang sama? (3) Apa yang dapat dilakukan agar tercipta kerjasama yang harmonis antara ke-3 pusat pendidikan?

pola hubungan antar pusat pendidikan dalam konteks sekolah saya adalah saling mendukung dan melengkapi. Keluarga berperan sebagai fondasi pertama, memberikan pendidikan moral dan nilai-nilai dasar. Sekolah menjadi tempat yang mengajarkan ilmu dan keterampilan, serta mengembangkan potensi anak. Lingkungan berperan dalam melatih kemampuan sosial dan kepemimpinan peserta didik

Visi dan misi trisentra pendidikan dapat diselaraskan melalui komunikasi yang efektif antara Trisentra. melalui pertemuan rutin orang tua dengan guru, dan kolaborasi dengan organisasi masyarakat menetapkan kesepakatan terkait pembentukan karakter peserta didik. Penting untuk menciptakan kesepakatan bersama tentang tujuan pendidikan yang ingin dicapai.

Agar tercipta kerjasama yang harmonis antara ke-3 pusat pendidikan : Kerjasama yang harmonis dapat tercipta melalui beberapa langkah: pertemuan rutin, kegiatan bersama, Komunikasi yang baik, penguatan peran dan pembentukan jaringan.


Post a Comment